Terungkap! Grader Proyek Jalan di Tambak Babi Mundur Sebelum Tabrakan Maut Terjadi

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Fakta baru mulai terungkap di balik kecelakaan maut yang melibatkan alat berat di kawasan Tambak Babi, Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. Insiden tragis yang menewaskan tiga orang itu diduga terjadi saat grader proyek pengerjaan jalan bergerak mundur untuk mencari lokasi parkir di pinggir jalan, Sabtu (23/5/2026) siang.

Alat berat tersebut diketahui sedang digunakan dalam proyek rekonstruksi ruas Jalan Lawahan–Muara Halayung sepanjang kurang lebih dua kilometer. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Banjar senilai Rp1.932.215.349 itu dikerjakan oleh CV Tiga Jaya Group.

Keterangan mengejutkan datang dari salah seorang saksi yang juga relawan di lokasi kejadian. Ia menyebut operator alat berat sebenarnya telah berupaya memberikan peringatan kepada pengendara yang melintas sebelum kecelakaan terjadi.

“Supir sudah berteriak dan memperingatkan jangan ke situ, jangan ke situ. Tapi pengendara diduga panik dan tidak mendengar,” ujar relawan tersebut saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, kondisi di lokasi saat kejadian cukup ramai karena adanya aktivitas proyek jalan serta pengaturan lalu lintas. Jarak antara korban dengan alat berat diperkirakan hanya sekitar 20 meter saat grader mulai bergerak mundur.

Saksi juga mengungkapkan, petugas pengatur jalan sempat meninggalkan posisi untuk mengambil air guna mengisi alat kerja. Dalam waktu singkat, kecelakaan maut pun tak dapat dihindari.

Dalam insiden tersebut, terdapat empat orang yang berada dalam satu kendaraan. Dua di antaranya diketahui masih berusia anak-anak.

“Empat orang satu kendaraan, dua anak-anak,” ungkapnya.

Saat warga berdatangan ke lokasi kejadian, para korban disebut sudah dievakuasi dari bawah kendaraan maupun area sekitar alat berat. Kendaraan korban juga telah dipindahkan ke lokasi parkir.

Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga sekitar dan menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Banjar. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi pasti serta penyebab utama kecelakaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian terkait insiden tersebut.

“Jadi saat ini masih di pihak kepolisian. Kita masih menunggu prosesnya seperti apa dari sana,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, Jimmy menyebut proyek rekonstruksi jalan tersebut untuk sementara tetap berjalan sambil menunggu perkembangan proses hukum.

“Dari hasil diskusi dengan kontraktor dan konsultan pengawas tanggal 25 Mei kemarin, pekerjaan tetap berjalan. Cuma arahan kami, tetap menunggu perkembangan proses dari pihak kepolisian,” katanya.

Ia menjelaskan, progres pekerjaan hingga 24 Mei 2026 telah mencapai tahap penghamparan lapis pondasi bawah (LPB). Selanjutnya pekerjaan akan dilanjutkan dengan penghamparan LPA hingga tahap pengaspalan HRS-Base dan HRS-WC.

Menurut Jimmy, proyek rekonstruksi Jalan Lawahan–Muara Halayung dimulai sejak 13 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 9 September 2026.

“Kalau melihat progres pekerjaan saat ini sudah kurang lebih 30 persen, sementara rencana awal baru 10 persen. Artinya ada percepatan sekitar 20 persen. Mudah-mudahan proses ini cepat selesai sehingga pekerjaan bisa kembali maksimal,” jelasnya.

Jimmy menambahkan, insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihaknya, khususnya terkait koordinasi dan pengamanan di lapangan selama proyek berlangsung.

“Itu jelas jadi bahan evaluasi kami ke depannya supaya bisa lebih bagus lagi dalam hal koordinasi. Harapan kami, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar, kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas insiden ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap Jimmy.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait hasil penyelidikan maupun penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

(Foto Grader serta jalan Ilustrasi)

Author: Damkarnews
Damkarnews