Damkarnews.com, KALIMANTAN TENGAH – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang terjatuh dari KM Ebert Jaya 6 AA di Perairan Laut Jawa resmi dihentikan setelah tujuh hari operasi, Senin (23/02/2026).
Korban diketahui bernama Hendro Moc Dzulkarnaen (27), warga Desa Margasari, Kecamatan Buabatu, Kota Bandung. Ia dilaporkan terjatuh ke laut pada Selasa (17/02/2026) saat hendak makan sore bersama rekannya di atas kapal. Insiden nahas itu terjadi secara tiba-tiba dan memicu operasi pencarian besar-besaran oleh Tim SAR Gabungan.
Selama sepekan, tim berjibaku menyisir perairan luas di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, berbagai kendala menghadang proses pencarian.
“Selama pencarian, kendala yang dihadapi Tim SAR Gabungan adalah luasnya area pencarian serta kondisi cuaca laut yang berubah-ubah sehingga membatasi waktu pelaksanaan operasi,” ungkap Mahdi, Koordinator Lapangan.
Evaluasi pun dilakukan oleh Tim Rescue Basarnas Palangkaraya bersama unsur SAR terkait, agen kapal, serta pihak keluarga korban. Berdasarkan hasil koordinasi, operasi SAR dinyatakan ditutup pada hari ketujuh, dengan langkah lanjutan berupa pemantauan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, A.A. Ketut Alit Supartana, menjelaskan bahwa operasi SAR Man Over Board (MOB) terhadap KM Ebert Jaya 6 AA di Perairan Laut Jawa resmi dihentikan.
“Operasi SAR ditutup dan akan dilanjutkan dengan pemantauan. Namun, tidak menutup kemungkinan operasi akan dibuka kembali apabila ada indikasi atau tanda-tanda keberadaan korban,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat selama tujuh hari pencarian.
“Terima kasih atas kerja sama seluruh Tim SAR Gabungan. Semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah, dan semoga korban segera ditemukan,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, sejumlah unsur terlibat dalam pencarian, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, KSOP Kumai, SROP Kumai, KSOP Sampit, SROP Sampit, serta agen kapal KM Ebert Jaya 6 AA.
Dengan resmi ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, sementara harapan keluarga dan rekan korban tetap menyertai setiap perkembangan di laut lepas.




