Damkarnews.com, BANJAR,— Status tanggap darurat banjir di Kabupaten Banjar resmi diperpanjang hingga 14 Januari 2026. Namun ironi justru terjadi di lapangan. Saat banjir masih merendam hampir seluruh desa di Kecamatan Martapura Timur, dapur umum yang menjadi sandaran hidup warga terdampak malah berhenti beroperasi.
Dapur umum yang berdiri di halaman Kantor Kecamatan Martapura Timur tersebut tutup sejak Sabtu (3/1/2026), setelah hanya beroperasi selama tiga hari. Padahal, air banjir masih menggenangi rumah-rumah warga dan kebutuhan bantuan pangan belum menunjukkan tanda berkurang.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Martapura Timur, M. Sonwani Agus, membenarkan bahwa dapur umum yang dibangun oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar itu sudah tidak lagi beroperasi.
“Sudah tidak lagi setelah tiga hari,” ujar Sonwani Agus saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Ia mengungkapkan, alasan penutupan dapur umum tersebut dipicu oleh keterbatasan logistik serta kelelahan tenaga petugas yang sejak awal bekerja ekstra melayani ribuan warga terdampak banjir.
“Logistik dari Dinsos P3AP2KB sudah menipis, tenaga SDM juga kecapean dan perlu istirahat. Karena itu mereka hanya tiga hari bekerjanya,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, Sonwani tidak menampik bahwa kondisi Martapura Timur hingga kini masih berada dalam kepungan banjir. Hampir seluruh desa terdampak, dan kebutuhan masyarakat terhadap bantuan pangan masih sangat mendesak.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah perpanjangan status tanggap darurat. Di saat masa darurat diperpanjang, dapur umum yang seharusnya menjadi garda terdepan justru padam lebih cepat.
Meski demikian, pihak kecamatan menyatakan tidak akan tinggal diam. Sonwani Agus mengaku akan segera bersurat kepada Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar agar dapur umum dapat kembali didirikan di Kecamatan Martapura Timur.
Diketahui, selama beroperasi, dapur umum di halaman Kantor Kecamatan Martapura Timur mampu memasak dan mendistribusikan sekitar 6.000 bungkus makanan setiap harinya untuk warga terdampak banjir.





