Tak Bisa Sembarangan, Antibiotik Kini Wajib Lewat Dokter

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Upaya menekan ancaman resistensi antibiotik kini menjadi perhatian serius manajemen RSUD Ratu Zalecha Martapura. Direktur Utama rumah sakit tersebut, Arief Rachman, menegaskan bahwa antibiotik tergolong obat keras yang hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.

Menurut Arief, kebijakan pengetatan ini bukan untuk membatasi akses masyarakat terhadap pengobatan, melainkan sebagai langkah preventif menghadapi meningkatnya kasus resistensi antibiotik di tengah masyarakat.

“Bukan berarti antibiotik tidak beredar, tetapi memang termasuk obat keras. Obat keras wajib menggunakan resep dokter,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, resistensi obat terjadi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit mengalami perubahan sehingga kebal terhadap obat yang sebelumnya efektif. Jika kondisi ini terus meningkat, pengobatan infeksi bakteri akan semakin sulit dan berisiko menimbulkan komplikasi lebih berat.

Salah satu contoh yang masih cukup efektif saat ini adalah amoksisilin. Namun Arief mengingatkan, efektivitas antibiotik tersebut bisa menurun apabila digunakan tidak sesuai aturan.

“Harapannya, antibiotik seperti amoksisilin tetap memberikan efek adekuat terhadap penyakit. Jangan sampai menjadi resisten sehingga akhirnya ditinggalkan dan berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, beberapa antibiotik generasi lama seperti ampisilin dan tetrasiklin kini sudah jarang digunakan karena banyak bakteri yang kebal terhadap obat tersebut. Kondisi itu menjadi pelajaran penting agar kesalahan serupa tidak terulang pada antibiotik yang masih efektif saat ini.

Salah satu penyebab utama resistensi, lanjut Arief, adalah pola konsumsi yang keliru. Masih banyak masyarakat membeli antibiotik tanpa resep, mengonsumsi tidak sesuai dosis, atau menghentikan obat sebelum waktunya.

“Antibiotik seharusnya diminum sampai habis sesuai anjuran dokter. Kalau hanya membeli dua atau tiga butir lalu berhenti ketika merasa sembuh, itu bisa memicu resistensi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa apotek tidak diperkenankan menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter. Jika masyarakat ingin membeli amoksisilin atau jenis antibiotik lain, maka harus melalui konsultasi medis terlebih dahulu agar dosis dan indikasinya tepat.

Sebagai informasi, antibiotik pertama kali ditemukan pada 1928 oleh ilmuwan asal Skotlandia, Alexander Fleming. Ia menemukan bahwa jamur Penicillium notatum mampu membunuh bakteri, yang kemudian mengarah pada pengembangan penisilin sebagai antibiotik pertama yang digunakan secara luas.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan penggunaan antibiotik, RSUD Ratu Zalecha berharap efektivitas obat-obatan tersebut dapat tetap terjaga dan risiko resistensi di masyarakat dapat ditekan.

Author: Damkarnews
Damkarnews