Damkarnews.com, BANJAR,– Bagi warga Desa Murung Keraton, banjir kini bukan lagi sekadar tamu musiman. Dalam sebulan terakhir, air sungai datang silih berganti tanpa kompromi, menenggelamkan rumah warga hingga empat kali berturut-turut. Ironisnya, di tengah kondisi yang kian berat, bantuan yang dinantikan belum juga tiba.
Desa yang berbatasan langsung dengan aliran sungai itu sejatinya sudah akrab dengan banjir. Namun kali ini situasinya dinilai berbeda. Air datang lebih dalam, bertahan lebih lama, dan frekuensinya jauh lebih sering. Dalam kurun waktu satu bulan saja, banjir sudah empat kali masuk ke rumah warga, membuat aktivitas lumpuh dan kesabaran warga kian menipis.
“Kurang lebih sudah setengah bulan banjir ini merendam. Dan ini sudah kali keempat air masuk ke dalam rumah dalam bulan ini saja. Kejadian yang sekarang ini adalah yang paling dalam airnya,” ujar Nor Hikmah, warga RT 3 Desa Murung Keraton, saat ditemui awak media, Kamis (1/1/2026) siang.
Genangan yang tak kunjung surut memaksa warga bertahan dalam kondisi serba terbatas. Perabot rumah tangga rusak, aktivitas keseharian terganggu, sementara bantuan yang diharapkan masih sebatas kabar angin. Keluhan pun mengalir seiring air yang terus menggenang di pemukiman warga.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu banjir benar-benar “betah” baru turun tangan. Mereka mendambakan perhatian nyata, bukan sekadar pendataan.
“Semoga bantuan segera datang, dan semoga banyak pihak lain juga tergerak hatinya untuk membantu,” harap Nor Hikmah.
Sementara itu, Lurah Murung Keraton, Johan Tungkar, tidak menampik bahwa kondisi banjir di wilayahnya hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ia menyebut pihak kelurahan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu warga terdampak.
“Kami berharap dukungan dari pihak swasta maupun para donatur untuk membantu warga yang terdampak banjir ini,” ujar Johan.
Berdasarkan data Kelurahan Murung Keraton, banjir telah berdampak pada 655 rumah warga. Sebanyak 794 kepala keluarga dengan total 2.573 jiwa tercatat terdampak langsung akibat musibah tersebut.
Johan berharap banjir segera berlalu agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas keseharian seperti sedia kala. Di Murung Keraton, air boleh datang dan pergi, namun harapan warga tetap satu: perhatian jangan sampai ikut tenggelam bersama banjir.*Srf





