Damkarnews.com, BARITO KUALA,– Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengingatkan seluruh kepala daerah di Kalimantan Selatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung sepanjang Januari 2026. Imbauan tersebut disampaikannya dalam pidato peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala ke-66 yang digelar di Stadion 5 Desember, Minggu (4/1/2026).
Di hadapan ribuan masyarakat dan tamu undangan, Muhidin menegaskan bahwa hujan lebat yang disertai pasang air laut menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi bersama, khususnya oleh pemerintah daerah di wilayah pesisir dan bantaran sungai.
“Saya menghimbau kepada Bupati Barito Kuala dan juga bupati-bupati lainnya, kita ini sedang menghadapi cuaca ekstrem. Biasanya kondisi seperti ini memang terjadi pada bulan Januari,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata Muhidin, pada Januari 2026 terdapat potensi peningkatan curah hujan yang disertai fenomena rob atau pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Bahkan, puncak rob diperkirakan terjadi sekitar 9 Januari.
“BMKG menyampaikan, tanggal 9 Januari nanti rob naik. Air laut pasangnya lebih tinggi dari biasanya. Ini perlu kita waspadai bersama,” tegasnya.
Gubernur juga menyinggung kondisi banjir yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Ia mengaku menerima laporan langsung dari warga yang rumahnya terdampak genangan air akibat hujan dan pasang laut.
“Tadi ada yang menyampaikan ke saya, rumahnya juga terendam, termasuk di Kampung Melayu. Jadi ini memang kondisi yang harus kita antisipasi dengan serius,” ungkap Muhidin.
Dalam suasana yang lebih santai, Gubernur Muhidin kemudian melontarkan candaan yang disambut tawa hadirin. Ia menyinggung cuaca mendung yang menyelimuti lokasi acara, namun tidak sampai turun hujan.
“Ini kan bulan Januari. Habis bulan Januari mudah-mudahan kita aman. Tapi bulan Januari ini mudah-mudahan seperti ini terus. Kalau ada acara, orang jadinya bisa ‘memindah hujan’. Jadi perbanyak saja acara, hujannya pindah. Kalau perlu di gunung-gunung juga kita buat acara, biar hujannya pindah ke sana,” canda Muhidin, disambut gelak tawa warga.
Ia menambahkan, kondisi mendung tanpa hujan saat peringatan hari jadi tersebut menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat.
“Ini luar biasa, mendung tadi kada jadi hujan. Artinya, kalau sampai sebulan ini kita kada hujan lebat, selamat,” tambahnya sambil tersenyum.
Meski dibalut candaan, Muhidin kembali menekankan pesan serius kepada seluruh jajaran pemerintah daerah agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem sepanjang Januari.
“Kalau sampai sebulan ini kita tidak hujan lebat, Alhamdulillah, kita aman. Tapi tetap, bulan Januari ini harus benar-benar waspada,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala ke-66 tahun 2026 berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Forkopimda, para kepala daerah se-Kalimantan Selatan, tokoh masyarakat, serta ribuan warga. Selain menjadi ajang perayaan, momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.*Srf





