Damkarnews.com, BANJAR – RSUD Ratu Zalecha Martapura terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni dengan membentuk Unit Pengelolaan Darah (UPD) yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2025.
Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Ratu Zalecha Martapura, H. Subehan, mengatakan keberadaan UPD bertujuan untuk mengelola ketersediaan stok darah secara mandiri, tanpa meninggalkan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
“UPD ini kami bentuk untuk memperkuat manajemen stok darah di rumah sakit, sehingga kebutuhan darah pasien dapat terlayani lebih cepat dan terkontrol,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Sejak mulai beroperasi, UPD RSUD Ratu Zalecha telah melaksanakan sejumlah kegiatan donor darah massal. Donor darah perdana digelar pada November 2025 dengan melibatkan karyawan rumah sakit beserta keluarga. Selanjutnya, kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada Januari 2026 sebagai upaya menambah cadangan darah bagi pasien.
Selain melayani kebutuhan internal, UPD RSUD Ratu Zalecha juga membuka layanan donor darah bagi masyarakat umum dan keluarga pasien. Calon pendonor dapat langsung datang ke UPD pada jam kerja, mengingat keterbatasan tenaga medis yang tersedia. Setiap pendonor diwajibkan menjalani tahap screening kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan darah yang didonorkan layak dan aman.
“Untuk donor darah di UPD ini tidak dipungut biaya sama sekali. Gratis,” tegas Subehan.
Meski demikian, Subehan mengakui ketersediaan stok darah di UPD masih kerap mengalami kekurangan. Tingginya kebutuhan darah pasien belum sebanding dengan jumlah pendonor, terutama dari kalangan keluarga pasien. Apabila stok darah dengan golongan tertentu, seperti A atau B, mengalami kekosongan, pihak rumah sakit akan mengarahkan keluarga pasien untuk memperoleh darah melalui PMI Banjarbaru.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis ke depan. Di antaranya melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan rumah sakit serta menjalin kerja sama dengan SKPD-SKPD di lingkungan
Pemerintah Kabupaten untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah massal secara rutin di instansi pemerintahan.
“Harapannya, partisipasi pendonor bisa meningkat dan ketersediaan stok darah tetap terjaga demi kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya.*Asy




