Prevalensi Stunting Banjar Masih 32,3 Persen, Pemkab Perkuat Strategi Penanganan Lewat Rakor Pra Musrenbang

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Banjar terus diperkuat. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026 di Aula BKPSDM Martapura, Kamis (12/3/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Banjar. Ia menegaskan, rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk menyusun perencanaan yang lebih terarah, terpadu, dan berdampak nyata dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Habib Idrus mengungkapkan, prevalensi stunting di Kabupaten Banjar masih berada di angka 32,3 persen pada tahun 2024. Kondisi tersebut menurutnya harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang tergabung dalam TPPS.

“Mengingat prevalensi stunting Kabupaten Banjar sebesar 32,3 persen pada 2024, tentu hal ini wajib menjadi perhatian kita bersama, terutama yang tergabung dalam TPPS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum Pra Musrenbang Tematik Stunting menjadi ruang evaluasi terhadap data serta capaian program yang telah berjalan. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk merumuskan berbagai solusi dan inovasi program yang lebih efektif dan terintegrasi, dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pangan hingga sosial.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa dan kelurahan, lembaga masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Melalui forum ini, lanjut Habib Idrus, pemerintah daerah juga menyusun rencana aksi konvergensi yang konkret dan terukur untuk tahun 2026 serta perencanaan 2027 dan tahun-tahun berikutnya dengan target yang jelas dan realistis.

Selain itu, rakor juga membahas sinkronisasi program dan anggaran, termasuk pemanfaatan serta keterisian data pada aplikasi Bina Bangda sebagai platform digital yang mendukung upaya pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting secara terintegrasi.

Habib Idrus berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi, berbagi pengalaman terbaik, sekaligus menyepakati langkah-langkah strategis yang mampu menyentuh akar persoalan stunting hingga ke tingkat desa dan kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar Nashrullah Shadiq, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Erny Wahdini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Noripansyah, perwakilan camat, kepala puskesmas, koordinator KB, serta SKPD yang tergabung dalam TPPS Kabupaten Banjar.

Author: Damkarnews
Damkarnews