Damkarnews.com, BANJAR – Suasana hangat, akrab, dan penuh interaksi mewarnai kegiatan Sosialisasi Ketetapan MPR RI yang digelar Anggota DPR–MPR RI H. Muhammad Rofiqi dari Fraksi Partai Gerindra yang juga anggota Komisi XIII, di Pendopo HMR, Jalan Batuah, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, Selasa malam (10/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sejak awal acara, ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Tercatat sekitar 150 peserta dari Kelurahan Jawa dan Kelurahan Keraton serta warga Kecamatan Martapura Timur hadir memenuhi lokasi kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta berbagi pengalaman terkait kehidupan bermasyarakat dan pentingnya menjaga keharmonisan sosial.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab di sapa Rofiqi ini menekankan bahwa sosialisasi Ketetapan MPR RI merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai, pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rofiqi, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakat untuk memiliki fondasi kebangsaan yang kuat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang sosial, budaya, maupun pandangan politik merupakan realitas yang harus disikapi dengan bijak melalui semangat persatuan dan saling menghormati.
“Melalui sosialisasi ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat kebangsaan. Nilai-nilai dasar negara bukan sekadar hafalan, tetapi harus hadir dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari,” ujar mantan Ketua DPRD Banjar periode 2019–2024 tersebut di hadapan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menempatkan nilai toleransi dan gotong royong sebagai prinsip utama dalam berinteraksi sosial.
Lebih lanjut, Rofiqi menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tidak hanya bertujuan menyampaikan materi kebangsaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga. Ia menilai forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan ruang diskusi yang konstruktif antara masyarakat dan wakil rakyat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapat mengenai berbagai isu kebangsaan, mulai dari tantangan menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat hingga pentingnya peran generasi muda dalam merawat nilai-nilai nasionalisme. Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menambah semarak suasana dan menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap masa depan bangsa.
Rofiqi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki ruang belajar sekaligus ruang bertukar pikiran mengenai nilai-nilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara.
“Persatuan dan nilai kebangsaan harus terus kita rawat bersama. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, Indonesia akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkas pria jebolan Universitas Diponegoro (UNDIP) ini.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami peran strategis mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang majemuk. Dengan memperkuat nilai kebangsaan, diharapkan pula tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghargai, serta mampu menjaga keutuhan NKRI di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.*Srf




