Pemkab Banjar Gelontorkan Rp7,2 Miliar untuk Ormas Keagamaan, Fokus Cetak Generasi Qurani dan Penguatan Sosial

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menegaskan arah pembangunan berbasis nilai religius dengan menggelontorkan dana hibah Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan.

Penyerahan hibah tersebut dilaksanakan langsung oleh Bupati Banjar, Saidi Mansyur, dalam rangkaian kegiatan buka puasa bersama lingkup Pemkab Banjar, Senin (2/3/2026) di Mahligai Sultan Adam lantai II, Kantor Bupati Banjar.

Total dana yang disalurkan mencapai lebih dari Rp7,2 miliar. Anggaran tersebut diarahkan sebagai stimulus strategis untuk memperkuat peran organisasi keagamaan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.

Daftar Penerima Dana Hibah 2026

  • Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kabupaten Banjar: Rp4,5 miliar
  • Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banjar: Rp1 miliar
  • Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar: Rp700 juta
  • Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar: Rp600 juta
  • Rabithah Alawiyah: Rp300 juta
  • DPC Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an: Rp115 juta
  • BKMT: Rp84.725.000

Sekretaris LPTQ Banjar, Akhmad Nisfuwani, menyebut dana Rp4,5 miliar akan difokuskan pada pelatihan, pembinaan, serta penguatan kualitas kafilah Kabupaten Banjar.

“Tahun ini, kafilah Banjar dipersiapkan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Barito Kuala serta MTQ Tingkat Kabupaten di Kecamatan Martapura Timur. Pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat identitas Banjar sebagai daerah religius,” ujarnya.

Menurutnya, investasi pada pembinaan tilawah dan cabang-cabang MTQ bukan sekadar mengejar juara, tetapi membangun fondasi generasi Qurani yang berkarakter.

Ketua BAZNAS Kabupaten Banjar, Nuryadi, menjelaskan dana hibah Rp1 miliar akan mendukung program santunan bagi ulama sepuh yang membutuhkan, serta beasiswa bagi santri yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.

“Program ini selaras dengan visi pembangunan daerah untuk menciptakan masyarakat sejahtera, berdaya saing, dan berlandaskan nilai keagamaan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Banjar, Fauzan Asniah, menyampaikan bahwa hibah Rp700 juta akan dimanfaatkan untuk mendukung program pendidikan dan kegiatan keagamaan, termasuk kontribusi dalam pelaksanaan haul ulama di daerah.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat.

Penyaluran hibah ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi sosial jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Banjar mendorong seluruh penerima hibah agar mengelola dana secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan kolaborasi berkelanjutan, dukungan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas umat, menjaga tradisi keagamaan yang menjadi identitas Banjar, serta mencetak generasi yang religius dan berdaya saing.

Author: Damkarnews
Damkarnews