Damkarnews.com, BANJARMASIN,– Warga kawasan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, dikejutkan oleh peristiwa hilangnya seorang remaja yang diduga terseret arus Sungai Martapura, Senin (5/1/2026) malam. Korban diketahui bernama Husni (15), warga setempat yang saat kejadian tengah berenang di sungai.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 19.05 WITA dari Dayat, anggota Rescue 911. Dalam laporannya disebutkan, korban sempat terlihat berpegangan pada sebuah tiang kayu di pinggir sungai. Namun tak lama kemudian, korban hilang dari pandangan dan diduga tenggelam terseret arus.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan upaya pencarian secara mandiri. Bantaran Sungai Martapura pun dipenuhi warga yang cemas memantau proses pencarian. Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban belum berhasil ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 19.20 WITA Kansar Banjarmasin segera mengerahkan satu tim rescue yang terdiri dari enam personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin. Tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car dengan jarak tempuh sekitar 32 kilometer dan estimasi waktu perjalanan kurang lebih 50 menit.
Dalam Operasi SAR ini, Kansar Banjarmasin berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya Sat Polairud Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, relawan water rescue, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan pencarian turut dikerahkan, mulai dari rubber boat lengkap dengan mesin tempel, peralatan selam, Aqua Eye, peralatan water rescue, hingga perangkat komunikasi dan peralatan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus Dalam Pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
“Pencarian dilakukan secara menyeluruh di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Martapura yang cukup deras,” ujar I Putu Sudayana.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan. Menurutnya, perubahan cuaca dan kondisi arus sungai dapat membahayakan, terutama bagi warga yang berenang atau beraktivitas di sungai tanpa pengamanan yang memadai.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat berada di sungai atau perairan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, relawan water rescue bersama tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian, termasuk dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Seorang petugas penyelamat (rescuer) di lapangan menjelaskan bahwa tim Water Rescue Lalas Selatan Banjarmasin telah melakukan beberapa kali percobaan penyelaman. Namun pencarian menghadapi kendala akibat kondisi air yang mulai pasang.
“Untuk saat ini rekan-rekan water rescue bersama tim gabungan masih melaksanakan pencarian di TKP. Kendala di lapangan, air mulai pasang sehingga arus bawah lebih kencang dibandingkan arus atas,” ungkapnya.
Meski dihadapkan pada kendala tersebut, tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dan berharap korban dapat segera ditemukan. “Mudah-mudahan korban malam ini segera ditemukan. Kita semua berdoa,” pungkasnya.





