Mensos: Air Belum Surut, Bantuan Tak Boleh Terlambat

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR,— Banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat bukan sekadar urusan genangan air. Di balik rumah yang terendam hingga setinggi paha orang dewasa, ada ujian besar: sejauh mana layanan negara benar-benar bekerja saat krisis. Minggu (4/1/2026), ujian itu dijawab langsung oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang turun ke lokasi pengungsian warga terdampak.

Didampingi Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah Banjar H. Yudi Andrea, Mensos meninjau kawasan banjir menggunakan perahu. Relawan dan aparat keamanan mengawal jalannya peninjauan, menyusuri permukiman yang masih tergenang air.

Di lapangan, perhatian Saifullah Yusuf tertuju pada alur layanan pengungsi mulai dari dapur umum, distribusi makanan, hingga jangkauan bantuan bagi warga. Ia memastikan makanan disiapkan secara higienis, tiba tepat waktu, dan menjangkau seluruh pengungsi tanpa terkecuali, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu menyusui, dan bayi. Dalam kesempatan tersebut, lebih dari seribu warga menerima bantuan sembako.

“Penanganan bencana ini bukan kerja satu pihak. Pemerintah pusat, daerah, TNI, dan Polri bergerak bersama. Logistik kita siapkan lengkap agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Saifullah Yusuf.

Tak hanya fokus pada fase darurat, pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan sosial pascabencana. Sesuai arahan Presiden RI, santunan diberikan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan korban luka berat Rp5 juta. Bantuan rekonstruksi rumah rusak berat, sedang, dan ringan juga disalurkan melalui BNPB.

Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyediakan hunian sementara (huntara). Setiap keluarga akan menerima bantuan isian rumah senilai Rp3 juta (satu kali), bantuan lauk pauk Rp450 ribu per orang selama tiga bulan, serta bantuan pemulihan ekonomi Rp5 juta per keluarga setelah menempati hunian sementara atau hunian tetap.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan warga tidak hanya selamat dari banjir, tetapi juga mampu melanjutkan kehidupan setelah air surut.

Sementara itu, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyampaikan bahwa sekitar 1.400 jiwa di wilayah Sungai Tabuk terdampak banjir dan telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Menteri Sosial. Semoga upaya ini dapat mempercepat penyelesaian persoalan warga terdampak banjir,” ujarnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews