Mahriansyah Ungkap SDN Jawa Laut 1 Butuh Revitalisasi Hingga Rp2,7 Miliar

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN Jawa Laut 1 yang berlokasi di Jalan Cempaka, Gang Flamboyan, Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sekolah yang berada tak jauh dari pusat pemerintahan ini kini menghadapi persoalan serius berupa kerusakan lantai di sejumlah ruang kelas.

Lantai yang sudah lapuk dilaporkan ambles di beberapa titik, bahkan sempat memicu insiden yang menimpa guru dan murid. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan serta mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, saat di konfirmasi mengungkapkan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan.

“Kemarin kami bersama tim melakukan pemeriksaan, dan hari ini dilanjutkan kembali. Dari hasil pemantauan lapangan, memang ditemukan kerusakan pada struktur lantai,” ujarnya, Kamis (2/4/2026) pagi, diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, kerusakan tersebut dipengaruhi oleh usia bangunan yang sudah lama serta material struktur yang didominasi kayu. Selain itu, banjir yang melanda pada 2026 turut memperparah kondisi bangunan sekolah.

“Struktur kayu ini sangat terdampak banjir kemarin, sehingga mempercepat pelapukan dan menyebabkan lantai menjadi rapuh,” jelasnya.

Mahriansyah menyebut, pihaknya telah mengajukan perbaikan melalui tiga jalur sekaligus. Pertama, melalui Kementerian Pendidikan lewat Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Kedua, melalui program revitalisasi pemerintah pusat. Ketiga, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dampak pascabencana.

“Sudah ada tiga usulan yang kami sampaikan, dan saat ini masih dalam proses menunggu tindak lanjut,” katanya.

Menurutnya, kerusakan paling dominan terdapat pada bagian lantai bangunan. Ia menilai, solusi jangka panjang yang ideal adalah meninggikan struktur bangunan untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Hari ini tim kembali ke lokasi untuk peninjauan lanjutan, sekaligus memastikan arah perbaikan. Apakah dilakukan penanganan sementara sambil menunggu bantuan pusat, atau melalui anggaran perubahan APBD 2026,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan proses belajar mengajar sekaligus menghadirkan bangunan yang lebih tahan terhadap risiko banjir di masa mendatang.

Untuk revitalisasi total SDN Jawa Laut 1, Mahriansyah memperkirakan anggaran yang dibutuhkan berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp2,7 miliar.

Ia juga mengungkapkan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah. Berdasarkan hasil survei bersama pihak sekolah, terdapat lebih dari 100 sekolah di sekitar 10 kecamatan di Kabupaten Banjar yang terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat.

“SDN Jawa Laut 1 ini menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak dan membutuhkan penanganan serius,” pungkasnya.*Srf

Author: Damkarnews
Damkarnews