Empat Pasar Tradisional di Kabupaten Banjar Terendam Banjir, Aktivitas Pedagang Lumpuh

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar turut berdampak pada aktivitas pasar tradisional yang dikelola oleh Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB). Sedikitnya empat pasar dilaporkan terdampak genangan banjir, dua di antaranya mengalami kondisi cukup parah hingga aktivitas jual beli terhenti.

Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), Rusdiansyah, menyampaikan bahwa empat pasar yang terdampak banjir tersebut meliputi Pasar Pengaron, Pasar Kindai Limpuar Gambut, Pasar Astambul, dan Pasar Sungai Tabuk.

“Dari empat pasar ini, yang kondisinya paling parah adalah Pasar Pengaron dan Pasar Kindai Limpuar Gambut. Aktivitas pedagang hampir tidak ada karena area pasar, termasuk lokasi parkir, tidak bisa digunakan,” ujar Rusdi saat ditemui awak media, Kamis (8/1/2026) pagi di Kantor Perumda Pasar.

Rusdi menjelaskan, Pasar Pengaron yang memang hanya beroperasi satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Sabtu, terpaksa tidak beraktivitas. Seluruh lapak pedagang terendam banjir sehingga para pedagang memilih tidak berjualan.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Kindai Limpuar Gambut. Meski masih ada sebagian pedagang yang membuka lapak, aktivitas pasar tidak berjalan normal akibat minimnya pengunjung yang datang karena genangan air.

Sementara itu, dua pasar lainnya, yakni Pasar Astambul dan Pasar Sungai Tabuk, masih dapat beroperasi meskipun tidak maksimal. Sekitar 40 persen area pasar terendam banjir dan tidak dapat digunakan, sedangkan 60 persen lainnya masih bisa beraktivitas.

Pasca banjir, Perumda PBB berencana melakukan penanganan dengan fokus pada pembersihan pasar. Langkah ini merujuk pada pengalaman penanganan banjir besar yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

“Belajar dari tahun 2021 setelah banjir, kami akan melakukan pembersihan di area lapak pedagang karena banyak sampah serta barang yang hanyut atau tertahan di pasar. Kami juga membantu pedagang menata kembali lapaknya, termasuk mengangkut barang-barang yang sudah tidak bisa digunakan,” jelas Rusdi.

Terkait pedagang yang tidak dapat berjualan akibat banjir, Perumda PBB menyatakan empati dan berupaya memberikan keringanan. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pembebasan pungutan pasar bagi pedagang terdampak, sebagaimana kebijakan yang pernah diterapkan pada bencana sebelumnya.

“Kami memang tidak bisa memberikan bantuan langsung, tetapi kami bebaskan pungutan pasar. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait untuk mencari kebijakan terbaik bagi pedagang,” tambahnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah pedagang yang terdampak banjir di empat pasar tersebut mencapai lebih dari 2.000 orang. Namun, pihak Perumda PBB masih akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah pasti pedagang yang terdampak.*Asy

Author: Damkarnews
Damkarnews