Dua Pelaku Pencurian Rolling Door PPS Sekumpul Ditangkap, Polisi Kejar Satu Orang ke Daha Selatan HSS

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Kasus pencurian pintu harmonika atau rolling door di kawasan Pasar PPS Sekumpul, Martapura, mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang pelaku, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku pencurian diduga berjumlah tiga orang. Polisi sebelumnya telah lebih dulu mengamankan satu tersangka berinisial DN (35) sehari sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, lengkap dengan barang bukti hasil curian.

Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli melalui Kapolsek Martapura Iptu Aulya Syafi’i membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada 23 Maret 2026 malam.
“Polsek dibackup Polres Banjar mengamankan satu pelaku, satu hari sebelum lebaran,” ujarnya.

Perkembangan terbaru kembali terjadi pada Kamis (2/4/2026). Satu pelaku lainnya berinisial WN (26) berhasil diamankan di wilayah Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), setelah dilakukan pengejaran lintas wilayah.

“Iya, semalam kami amankan pelaku. Kami dibackup Resmob Polres Banjar dan Resmob Polres HSS Kandangan. Pagi tadi baru sampai di Polsek Martapura dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” jelas Aulia.
Sementara itu, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Dari laporan pihak pengelola pasar, yakni Perumda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, jumlah pintu harmonika yang dilaporkan hilang sebanyak lima unit. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah toko yang kehilangan rolling door diduga lebih banyak, bahkan mencapai belasan unit di kawasan PPS Sekumpul.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah lima set pintu harmonika di deretan toko Blok C Keraton, Pasar PPS Sekumpul, dilaporkan hilang pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Toko-toko tersebut diketahui belum ditempati sejak awal dibangun.

Manager Area PPS Sekumpul, Humaidi, mengungkapkan bahwa informasi awal diterimanya dari Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, pintu-pintu harmonika tersebut sudah tidak lagi terpasang.

Beruntung, kondisi toko saat kejadian dalam keadaan kosong sehingga tidak ada barang dagangan yang hilang. Meski demikian, kejadian ini tetap menimbulkan kerugian bagi Pemerintah Kabupaten Banjar yang diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran pencurian.

Author: Damkarnews
Damkarnews