Damkarnews.com, BANJAR,— Hampir dua pekan banjir menggenangi wilayah Kabupaten Banjar. Di tengah genangan yang tak kunjung surut dan status tanggap darurat yang diperpanjang hingga 14 Januari 2026, secercah harapan justru menyala dari sebuah dapur sederhana di Desa Antasan Senor Ilir.
Sejak Rabu (31/12/2025), relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Antpar yang bermukim di RT 05 Desa Antasan Senor Ilir secara swadaya membuka dapur umum untuk membantu warga terdampak banjir di lingkungan mereka sendiri.
Setiap harinya, sekitar 400 bungkus nasi hangat dipersiapkan dengan penuh gotong royong. Nasi-nasi itu kemudian dibagikan kepada warga yang rumahnya terendam banjir, menjadi penguat di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.
Salah satu relawan, Muhammad Rizky, mengatakan bahwa dapur umum tersebut lahir dari rasa kepedulian terhadap sesama warga yang telah bertahan menghadapi banjir hampir dua pekan lamanya.
“Kami hanya ingin membantu warga sekitar. Banjir sudah lama, dan banyak yang masih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas,” ujarnya Minggu (4/1/2026) sore.
Menurut Rizky, pendistribusian nasi bungkus dilakukan setiap sore hari. Dana untuk operasional dapur umum ini bersumber dari sumbangan warga yang rumahnya tidak terdampak banjir, serta dukungan para donatur yang tergerak untuk berbagi.
Ia berharap dapur umum tersebut dapat terus beroperasi hingga kondisi benar-benar aman dan air banjir surut sepenuhnya dari permukiman warga, khususnya di RT 03, 04, 05, dan 06 Desa Antasan Senor Ilir.
“Semoga dapur ini bisa terus berjalan sampai warga bisa kembali beraktivitas dengan normal,” harapnya.
Di tengah banjir yang membawa kesulitan, dapur sederhana ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Banjar dalam menghadapi bencana.*Srf





