Damkarnews.com, BANJAR – Rekayasa lalu lintas dan pembagian kantong parkir disiapkan untuk pelaksanaan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu Kelampayan yang digelar pada Kamis (26/3/2026).
Kasat Lantas Polres Banjar IPTU Agung Iswahyudi mengungkapkan, pengaturan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang diperkirakan memadati kawasan Dalam Pagar dan sekitarnya.
“Kami telah menyiapkan kantong parkir serta rekayasa arus lalu lintas agar kedatangan dan kepulangan jemaah dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026) petang.
Ia menjelaskan, lokasi parkir dibagi berdasarkan arah kedatangan serta jenis kendaraan.

Dari arah Pesayangan, kendaraan roda empat diarahkan ke kawasan Rumah Paman Birin dan seberangnya, Pondok Pesantren Al-Fakih, tanah kosong sebelum Rumah Adat Banjar, hingga SPBU Teluk Selong.
Sementara untuk roda dua, diarahkan di sepanjang bahu jalan mulai dari Pekauman hingga Teluk Selong.
Dari arah Sungai Tabuk, kendaraan roda empat dipusatkan di Lapangan Teluk Selong. Sedangkan roda dua diarahkan ke Jalan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari serta sepanjang jalur Sungai Kitano hingga Dalam Pagar.
Adapun dari arah Astambul, parkir roda empat disediakan di Desa Akar Baru dan Majelis Guru Munawar.
Sementara dari arah Pasar Papan, kendaraan roda empat diarahkan ke Majelis Habib Zein, dan roda dua ke sepanjang Jalan KH Anang Syahrani di bantaran Sungai Martapura.
Selain pengaturan parkir, pihak kepolisian juga menerapkan penutupan dan pengalihan arus di sejumlah titik strategis.
“Beberapa simpang yang akan dilakukan pengaturan di antaranya Simpang Darussalam, Simpang KH Anang Syahrani Arif, Simpang Haji Rofiqi, Simpang Keramat, SPBU Teluk Selong, depan SDN Teluk Selong, Jembatan Sungai Kitano, hingga Simpang Desa Sungai Tuan dan Jembatan Desa Akar Bagantung,” katanya.

Ia menambahkan, kendaraan dari arah Sungai Tabuk menuju Martapura akan dialihkan ke Jalan Ahmad Yani dan jalur bandara, kecuali bagi jemaah haul dan warga setempat.
“Untuk masyarakat non-jemaah, kami arahkan menggunakan jalur alternatif seperti Desa Tangkas maupun Penggalaman agar tidak terjadi kepadatan,” lanjutnya.
Rekayasa serupa juga diberlakukan saat arus kepulangan jemaah, terutama di titik-titik utama seperti Simpang Darussalam, Simpang KH Anang Syahrani Arif, Simpang Haji Rofiqi, Simpang Keramat, hingga Jembatan Sungai Kitano.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Selalu berhati-hati dan utamakan keselamatan selama berkendara agar pelaksanaan haul berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.








