Damkarnews.com, BANJAR – Ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan kembali terjadi di Kabupaten Banjar. Sebuah lubang besar dengan diameter sekitar 35 sentimeter dan kedalaman cukup dalam ditemukan menganga tepat di perempatan lampu merah Jalan Ahmad Yani Kilometer 40, Kecamatan Martapura, Jumat (27/3/2026) sore.
Lokasi lubang yang berada di titik padat lalu lintas, tepatnya di seberang Bakso Batuah, Kelurahan Keraton Martapura, membuatnya sangat berbahaya bagi pengendara, terutama saat kondisi ramai atau minim penerangan.
Akibatnya, dua pengendara dilaporkan telah menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut dalam waktu berbeda. Insiden ini pun sempat terekam video dan viral di media sosial, khususnya WhatsApp. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pengendara motor terjatuh usai roda kendaraannya menghantam lubang, hingga terpental ke badan jalan. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius.
Warga sekitar menyebutkan, lubang tersebut diduga merupakan bekas gorong-gorong yang ambles dan belum mendapat penanganan. Kondisinya yang berada tepat di tengah jalan membuat pengendara sulit menghindar, terlebih jika tidak mengetahui keberadaannya.
Dalam video yang beredar, terdengar suara warga yang memperingatkan bahaya tersebut dengan logat bahasa Banjar.
“Nah, seikung sudah rabah. Meranjah lubang, padahal sudah dikalangi,” ujar perekam video.
“Korban kada papa, tapi yang bahaya lubangnya, dalam banar. Bekas gorong-gorong,” lanjutnya.
Sebagai langkah darurat, warga berinisiatif memasang tanda berupa kerucut lalu lintas (traffic cone) di sekitar lubang agar pengguna jalan lebih waspada. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keselamatan.
Warga dan pengguna jalan pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Mereka khawatir, jika dibiarkan berlarut-larut, lubang tersebut bisa kembali memakan korban, bahkan dengan risiko yang lebih fatal.
“Ini jalan utama, sangat ramai. Jangan sampai menunggu korban berikutnya baru diperbaiki,” ujar salah satu warga setempat.
Kondisi ini menjadi sorotan serius dan diharapkan segera mendapat perhatian dari instansi terkait, mengingat keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama.








