Antisipasi Kemarau 2026, PTAM Intan Banjar Jamin Layanan Air Tetap Prima

Bagikan

‎Damkarnews.com, BANJAR – Menghadapi potensi musim kemarau yang diprakirakan datang lebih awal pada April 2026, PTAM Intan Banjar memastikan kesiapan penuh untuk menjaga distribusi air bersih tetap lancar kepada masyarakat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi memiliki karakter curah hujan “bawah normal” hingga “normal” di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut mendorong PTAM Intan Banjar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan terdampak.

Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar tetap prima, meskipun menghadapi tantangan musim kemarau.

“PTAM Intan Banjar berkomitmen menjaga pelayanan publik agar tetap berjalan optimal meski menghadapi musim kemarau,” ujarnya saat ditemui, Kamis (2/4/2026) siang.

Menurutnya, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, salah satunya dengan meningkatkan monitoring di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan distribusi, khususnya akibat kebakaran lahan yang berpotensi merusak jaringan pipa.

“Wilayah yang paling rawan itu Gambut, karena karakter lahannya yang mudah terbakar. Kami melakukan pemantauan intensif agar jaringan pipa tidak terdampak kebakaran,” jelasnya.

Selain itu, Mahyuni menegaskan bahwa pasokan air baku PTAM Intan Banjar relatif aman dari isu pengeringan irigasi. Pasalnya, sumber air utama tidak bergantung pada jaringan irigasi.

‎“Untuk Banjarbaru, Landasan Ulin, dan Martapura, kami menggunakan sumber air dari Riam Kiwa (Mandikapau). Sedangkan wilayah Kertak Hanyar dan sebagian Gambut memanfaatkan air baku dari Sungai Tabuk,” terangnya.

Dengan sumber tersebut, PTAM Intan Banjar optimistis distribusi air tidak akan mengalami gangguan signifikan selama musim kemarau.

‎Meski demikian, pihaknya tetap memberi perhatian khusus terhadap wilayah Gambut dan Kertak Hanyar. Diperkirakan, sekitar 30 ribu pelanggan di dua kawasan tersebut berpotensi terdampak apabila terjadi kondisi ekstrem.

“Wilayah Gambut dan Kertak Hanyar itu yang menjadi perhatian utama. Jumlah pelanggan di sana kurang lebih sekitar 30 ribuan,” jelas Mahyuni.

PTAM Intan Banjar pun mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air selama musim kemarau, guna menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh pelanggan.*Srf

Author: Damkarnews
Damkarnews