Damkarnews.com, BANJARMASIN – Upaya pencarian selama dua hari terhadap Baco (50), anak buah kapal (ABK) Putra Bugis yang dilaporkan hilang di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Namun, kabar yang diterima Tim SAR Gabungan menjadi duka bagi keluarga, setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (6/11/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita, berjarak kurang lebih satu mil laut (nautical mile) dari titik awal kejadian. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menuju Muara Kintab untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 02.00 Wita, ketika kapal sedang melakukan aktivitas pengangkatan jaring di tengah laut.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, korban sempat mengalami muntah-muntah saat bekerja. Nakhoda kapal kemudian memintanya beristirahat.
Namun, korban diketahui kembali menuju bagian buritan kapal. Setelah aktivitas pengangkatan jaring selesai, rekan-rekannya melakukan pengecekan dan mendapati Baco sudah tidak berada di atas kapal.
Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga hingga akhirnya dilaporkan kepada Basarnas Banjarmasin pada Kamis (5/11/2026) pukul 06.50 Wita.
Merespons laporan itu, Pos SAR Kotabaru langsung mengerahkan tim penyelamat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, yakni Pos SAR Kotabaru, Lanal Kintab, awak Kapal Putra Bugis, serta nelayan Muara Kintab. Seluruh unsur bahu-membahu melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan korban.
Proses pencarian hingga evakuasi turut dihadapkan dengan kondisi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 0,75 meter. Meski demikian, koordinasi antarpersonel tetap berjalan sehingga korban berhasil dievakuasi dengan lancar.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang telah bekerja sama selama proses pencarian.
“Setelah dua hari dilakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Muara Kintab,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel SAR, awak kapal, dan nelayan yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi para pekerja laut agar tidak mengabaikan aspek keselamatan selama menjalankan aktivitas.
Ia mengimbau para awak kapal maupun nelayan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kecelakaan di laut.
Pada pukul 18.00 Wita, Tim SAR Gabungan tiba di dermaga Muara Kintab dan menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. Dua puluh menit kemudian, tepatnya pukul 18.20 Wita, dilaksanakan debriefing sebagai tanda berakhirnya operasi pencarian.

