Damkarnews.com, BANJAR – Beredarnya video yang diduga berisi penghinaan terhadap almarhum KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul beserta para muridnya menuai keprihatinan masyarakat. Peristiwa tersebut bahkan sempat memicu kedatangan sekitar 200 orang ke Mapolsek Banjarmasin Selatan pada Minggu (18/10/2026) dini hari.
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris MUI Kabupaten Banjar yang juga anggota DPRD Kabupaten Banjar, H. Ahmad Fauzan Asniah, berharap permasalahan ini dapat ditangani secara bijak dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, penanganan dugaan penghinaan tersebut merupakan kewenangan aparat berwenang. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menahan diri dan tidak mengambil tindakan di luar ketentuan hukum.
“Kalau terkait permasalahan ini, tentu kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum karena itu merupakan kewenangan mereka. Kita berharap semuanya dapat ditangani sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ahmad Fauzan juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Ia mengingatkan bahwa Abah Guru Sekumpul merupakan sosok ulama besar yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kalimantan Selatan.
Baginya, Abah Guru Sekumpul bukan hanya seorang ulama, tetapi juga menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat, sehingga sudah sepatutnya setiap orang menjaga sikap dan tutur kata ketika menyampaikan sesuatu, khususnya di ruang publik maupun media sosial.
“Abah Guru Sekumpul merupakan panutan masyarakat Kalimantan Selatan. Beliau sangat dihormati dan dicintai banyak orang. Karena itu, saya berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. Mari kita sama-sama menghormati para ulama serta menjaga kerukunan dan ketenteraman di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, video yang diduga memuat penghinaan terhadap Abah Guru Sekumpul dan muridnya beredar luas di media sosial pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Situasi kemudian menjadi perhatian warga. Sekitar 200 orang mendatangi Mapolsek Banjarmasin Selatan pada Minggu dini hari untuk mengetahui penanganan pria yang diduga mengunggah video tersebut.
Kapolsek Banjarmasin Selatan, Komisaris Polisi Christugus Lirens, membenarkan kedatangan massa tersebut. Karena jumlah warga terus bertambah, polisi kemudian memindahkan pria yang sebelumnya diamankan di Polsek Banjarmasin Selatan ke Polresta Banjarmasin.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Sementara itu, Saipullah atau yang akrab disapa Ipul Penjelajah, relawan kedaruratan yang turut mengetahui perkembangan kejadian tersebut, mengatakan warga dari sejumlah kawasan di Kelayan sempat bergerak mencari keberadaan pria yang ada dalam video.
Setelah memperoleh informasi mengenai tempat tinggal pria tersebut, Ipul bersama sejumlah rekannya menghubungi pihak kepolisian agar yang bersangkutan dapat diamankan.

