Akreditasi RSUD Ratu Zalecha Bukan Sekadar Predikat, Pelayanan Pasien Jadi Fokus Utama

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Bagi RSUD Ratu Zalecha Martapura, survei akreditasi bukan sekadar agenda untuk mempertahankan predikat rumah sakit. Lebih jauh, proses tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pelayanan kepada pasien telah berjalan aman, berkualitas dan sesuai standar.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam survei akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Kamis (24/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea. Ia menegaskan, akreditasi seharusnya tidak berhenti pada pencapaian nilai atau predikat tertentu.

Menurut Yudi, yang jauh lebih penting adalah bagaimana standar pelayanan dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan secara konsisten dalam aktivitas rumah sakit sehari-hari.

“Akreditasi bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesinambungan dan konsistensi, baik dalam pengumpulan data, pelaksanaan tindak lanjut, maupun monitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, mutu pelayanan rumah sakit merupakan tanggung jawab seluruh jajaran. Mulai dari penerapan keselamatan pasien, tata kelola yang transparan dan akuntabel, hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan harus terus dilakukan.

Karena itu, Yudi berharap kehadiran tim surveyor LARS DHP tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga memberikan masukan yang dapat digunakan RSUD Ratu Zalecha untuk melakukan pembenahan.

“Akreditasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD Ratu Zalecha untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang aman, berkualitas serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Banjar,” katanya.

RSUD Ratu Zalecha sebelumnya telah meraih akreditasi Paripurna pada 2016 dan 2022. Survei kali ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar standar mutu dan keselamatan pasien tidak hanya terpenuhi saat penilaian, tetapi diterapkan secara berkelanjutan.

Direktur RSUD Ratu Zalecha Arief Rachman mengatakan, pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan yang diberikan tim surveyor.

Menurutnya, rekomendasi dari proses survei akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian-bagian pelayanan yang masih perlu diperkuat.

“Masukan, rekomendasi dan saran yang diberikan surveyor dapat menjadi bahan evaluasi kami dalam meningkatkan pemenuhan standar pelayanan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Survei tersebut melibatkan jajaran RSUD Ratu Zalecha, mulai dari Dewan Pengawas, para ketua komite, kepala instalasi, kepala ruangan hingga kepala unit.

Sementara tim surveyor LARS DHP terdiri dari dr Izaak Zoelkarnain Akbar, drg Mashuda dan Maya Fauzi.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Noripansyah dan Kepala BPKPAD Banjar Nashrullah Shadiq.

Author: Damkarnews
Damkarnews