Damkarnews.com, BANJAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Di tengah lantunan syair Maulid dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengajak jajaran aparatur sipil negara (ASN) menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pijakan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Suasana khusyuk terasa di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, Kamis (27/8/2026) pagi. Para pimpinan dan ASN mengikuti rangkaian majelis dengan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga syair Maulid.
Saidi meminta seluruh peserta tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi benar-benar mengikuti dan mengambil hikmah dari majelis tersebut.
“Di sini adem dan tenang. Kita fokus mendengarkan syair Maulid, fokus dengan majelis ini. Mudah-mudahan pimpinan dan kita semua yang hadir mendapatkan manfaat dan keberkahan dari majelis yang kita hadiri pada hari ini,” ujar Saidi.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika ASN menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan Saidi dengan tema Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, yakni “Banjar Ditata, Banjar Dijaga.”
Ia menegaskan, makna “Banjar Ditata” tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik maupun pembenahan administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, penataan juga harus menyentuh sikap dan perilaku aparatur.
“Transformasi birokrasi yang sudah kita jalankan, salah satunya Banjar Ditata, tentu bukan hanya merapikan administrasi dan mempercantik infrastruktur kota, tetapi kita juga harus menata perilaku kita dalam melaksanakan tugas, khususnya melayani masyarakat lebih cepat, efisien dan juga lebih manusiawi,” katanya.
Sementara konsep “Banjar Dijaga”, lanjut Saidi, menuntut seluruh elemen pemerintahan menjaga keharmonisan, kerukunan dan kebersamaan. Nilai tersebut dinilainya sejalan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan jajaran ASN agar tidak terjebak dalam ego sektoral. Setiap perangkat daerah diminta saling mendukung dan menjaga marwah Kabupaten Banjar.
“Kita harus menjaga keharmonisan, saling memberikan dukungan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” tambahnya.
ASN Diminta Bijak Bermedia Sosial
Dalam kesempatan itu, Saidi juga menyoroti aktivitas ASN di media sosial. Ia mengingatkan agar ruang digital digunakan secara bijak dan diarahkan untuk mendukung pelayanan serta kepentingan masyarakat.
“Media sosial sangat terbuka. Hati-hati para pegawai ASN. Kalau hendak live, khusus pelayanan saja. Kalau live-live saja, cuma berbincang atau ngobrol tidak jelas, tidak usah dilakukan,” tegasnya.
Selain perilaku di ruang digital, Saidi juga mendorong kepedulian ASN terhadap kebersihan lingkungan. Ia menginstruksikan seluruh SKPD meluangkan waktu selama satu jam setiap Jumat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar kantor.
Dari Keteladanan Nabi hingga Kepedulian terhadap Karhutla
Persoalan kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian dalam arahan Bupati.
Saidi menyebut Pemkab Banjar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan. Di sisi lain, pemantauan kondisi kebencanaan tetap dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Mudah-mudahan kebencanaan asap akibat Karhutla ini segera berakhir, kekeringan ini segera berakhir, dan melalui salat istisqa, mudah-mudahan hujan segera turun,” harapnya.
Sementara itu, tausiyah Maulid disampaikan Habib Fahmi Ba’abud. Ia mengajak jemaah untuk semakin memuliakan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan tidak harus dimulai dari posisi atau jabatan yang tinggi. Setiap orang, termasuk ASN, dapat menjadi contoh baik bagi lingkungan di sekitarnya.
“Walaupun kita menjadi anak buah, jadilah contoh yang baik, tentu terhadap diri kita sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat kita. Karena dengan contoh tersebut, itu bersumber daripada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,” tuturnya.
Habib Fahmi juga mengingatkan bahwa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian dari ikhtiar mencari rida Allah SWT. Ia sekaligus mengajak umat memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Berselawat satu kali mendapatkan 10 kebaikan. Jadi umat Nabi Muhammad umurnya pendek-pendek tapi bisa memiliki pahala yang besar,” ujarnya.
Peringatan Maulid ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Fahmi Ba’abud.
Turut hadir Sekda Banjar H Yudi Andrea, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, direktur perusahaan daerah, kepala bagian serta jajaran staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Melalui peringatan tersebut, pesan yang dibawa bukan hanya tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga bagaimana nilai keteladanan diterjemahkan menjadi sikap nyata: menata diri dalam bekerja dan menjaga kebersamaan dalam membangun Banjar.





