Sembilan Warga Kehilangan Tempat Tinggal, Kebakaran di Bandarmasih Sisakan Banyak Pertanyaan

Bagikan

Damkarnews.com, BANJARMASIN – Suasana dini hari di Jalan Bandarmasih, Kompleks DPR, RT 36/RW 01, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, mendadak berubah panik.

Api yang muncul pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

Sedikitnya lima bangunan terdampak dalam musibah tersebut. Empat bangunan merupakan rumah petak, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 60 persen.

Tidak ada korban jiwa. Namun, kebakaran membuat tiga kepala keluarga atau sekitar sembilan warga kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda yang mereka miliki.

Yang membuat peristiwa ini menjadi perhatian bukan hanya besarnya kerugian, tetapi juga sejumlah kejanggalan yang disaksikan warga sebelum api membesar.

Riko (19), salah seorang korban, masih terjaga ketika seorang tetangga datang dalam kondisi panik sekitar pukul 04.00 Wita. Tetangga tersebut bahkan mengetuk pintu rumahnya menggunakan ember.

Saat keluar, Riko melihat sebuah kasur yang diletakkan dalam posisi berdiri di depan rumah petak berisi empat pintu sudah terbakar.

“Kasur itu dalam posisi berdiri, memang hanya diletakkan. Saat itu apinya belum besar, saya dan warga berusaha menyiram dengan peralatan seadanya, tapi susah sekali dipadamkan,” ujar Riko.

Ia bersama warga kemudian mencoba melakukan pemadaman awal. Namun, api ternyata tidak hanya berada di bagian luar.

Pintu rumah petak yang sedikit terbuka membuat Riko dapat melihat kondisi di dalam. Ia kemudian menemukan api juga membakar bagian dinding rumah tersebut.

Dari sinilah muncul kejanggalan yang membuat warga bertanya-tanya.

Menurut Riko, api terlihat muncul di dua lokasi yang berjarak beberapa meter dan tidak saling terhubung.

“Saya heran, sumbernya ada dua dengan jarak beberapa meter tidak saling terhubung. Keduanya sama-sama sulit sekali dipadamkan meski telah disiram. Saya juga mencium aroma minyak saat menghadapi api,” katanya.

Warga terus berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar dan dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

Situasi semakin sulit dikendalikan hingga akhirnya bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kondisi rumah petak yang menjadi lokasi awal kebakaran juga menjadi perhatian warga.

Riko menyebut bangunan tersebut telah berbulan-bulan tidak dihuni. Pada malam hari, ia mengaku tidak pernah melihat lampu di rumah tersebut menyala.

“Kalau malam pasti gelap. Tidak ada lampu. Kalau korsleting seperti tidak mungkin,” ungkapnya.

Sebelum kebakaran diketahui, Riko juga sempat mendengar suara grasak-grusuk dari dalam rumah petak tersebut.

Awalnya suara itu dianggap biasa. Ia menduga suara tersebut berasal dari tikus atau hewan lainnya.

“Saya kira cuma tikus, baru curiga ada yang sempat masuk setelah kebakaran terjadi,” katanya.

Pintu rumah yang sedikit renggang juga menjadi hal yang diperhatikan Riko. Saat api terlihat, ia bahkan dapat masuk untuk mengecek kondisi bangunan tanpa harus mendobrak pintu.

Ketua RT setempat, Lusiana, membenarkan bahwa kebakaran tidak hanya menghanguskan rumah petak.

Rumah milik pemilik rumah petak yang juga dalam keadaan kosong turut terdampak. Bagian depan bangunan tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

“Kalau rumah pemiliknya terkena juga banyak, hanya bagian depan yang tersisa. Keduanya sama-sama kosong,” jelas Lusiana.

Total lima bangunan terdampak dalam kebakaran tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah ini membuat sejumlah warga kehilangan rumah dan harta benda.

Usai api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian dipasangi garis polisi.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Temuan warga mengenai dua titik api, kondisi rumah yang lama kosong serta dugaan adanya aroma minyak menjadi bagian dari informasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Kepastian mengenai sumber api dan penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Author: Damkarnews
Damkarnews