Dikira Gerakan di Pohon Pisang, Ternyata King Kobra 3 Meter Mengintai di Bawah Rumah

Bagikan

Damkarnew.com, BANJAR – Warga RT 02, Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dibuat resah dengan kemunculan seekor king kobra (Ophiophagus hannah) berukuran sekitar tiga meter.

Ular berbisa tersebut diketahui warga setempat bernama Mariana sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, king kobra terlihat berada di bawah rumah panggung warga.

Mariana yang menyadari keberadaan ular tersebut kemudian memberitahukan kepada warga sekitar. Warga pun berdatangan dan berupaya mencari keberadaan ular tersebut.

Setelah ditemukan, king kobra tersebut akhirnya dievakuasi warga dengan cara dimatikan untuk mencegah kemungkinan membahayakan masyarakat di sekitar lokasi.

Mariana menuturkan, awalnya kondisi di sekitar rumah tampak biasa saja. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya satwa liar di sekitar permukiman.

Namun, saat sedang berdiri di dapur, perhatian Mariana tiba-tiba tertuju ke arah pekarangan samping rumah.

“Awalnya tidak ada apa-apa. Lalu saat saya berdiri di dapur dan memperhatikan ke luar, ternyata ada gerak-gerik mencurigakan di antara pohon pisang samping rumah,” ujar Mariana.

Karena penasaran, Mariana terus memperhatikan semak dan pepohonan tersebut. Tak lama kemudian, sesosok ular berukuran besar keluar dari balik rimbunnya pohon pisang dan perlahan merayap menuju kolong rumah panggung.

Menurut Mariana, ular tersebut bergerak cukup lambat dan tampak kesulitan untuk meliuk lebih jauh. Kondisi itu diduga karena king kobra baru saja memangsa hewan lain sehingga bagian perutnya terlihat membesar.

“Habis itu saya perhatikan terus, ternyata ularnya keluar dan masuk ke bawah kolong rumah. Tapi karena ada yang baru saja dimakannya, jalannya jadi lambat dan tidak bisa bergerak cepat lagi,” tambahnya.

Kemunculan king kobra berukuran sekitar tiga meter tersebut sontak menjadi perhatian warga. Pasalnya, ular berbisa itu ditemukan berada di sekitar rumah warga dan berpotensi membahayakan apabila tidak segera ditangani.

Menanggapi kejadian tersebut, Pambakal Desa Bi’ih, Yusuf Halidi, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar kebun, semak belukar, maupun kolong rumah.

Ia juga meminta warga tidak gegabah apabila kembali menemukan ular berbisa atau satwa liar berbahaya.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada, terutama ketika berada di sekitar rumah, kebun dan tempat-tempat yang banyak semak. Kalau menemukan ular seperti ini, jangan langsung didekati atau ditangani sendiri karena bisa membahayakan,” imbau Yusuf Halidi.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jika kembali ditemukan ular berukuran besar dan berbisa, masyarakat diharapkan segera memberitahukan kepada warga sekitar serta menghubungi pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan evakuasi.

“Lebih baik segera laporkan kepada pihak terkait agar bisa ditangani dengan aman dan tidak sampai ada warga yang menjadi korban,” pungkasnya.

King kobra (Ophiophagus hannah) merupakan salah satu ular berbisa berukuran besar yang dikenal sebagai predator ular. Ular ini dapat mencapai panjang sekitar tiga hingga lima meter atau lebih.

Kemunculan satwa liar di sekitar permukiman menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati saat berada di lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Author: Damkarnews
Damkarnews