Warga Desa Bi’ih Antusias Nobar Film Kuyank, Pambakal: Jadi Hiburan Sekaligus Kenalkan Budaya Banjar

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Suasana malam di halaman SMP Muhammadiyah Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (15/8/2026), berlangsung meriah. Ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan pemutaran film horor Indonesia Kuyank dalam kegiatan nonton bareng (nobar).

Kegiatan nonton bareng (nobar) tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak malam hari, warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan dan memenuhi halaman sekolah. Antusiasme terlihat saat layar lebar mulai menayangkan film yang mengangkat legenda mistis Kuyang dari Kalimantan tersebut.

Pambakal Desa Bi’ih, Yusuf Halidi, mengatakan pemutaran film ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga dalam memeriahkan momentum hari jadi daerah dan kemerdekaan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Kegiatan seperti ini menjadi hiburan sekaligus momen untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Yusuf.

Menurutnya, pemilihan film Kuyank juga memiliki daya tarik tersendiri karena mengangkat folklor, bahasa dan kearifan lokal masyarakat Banjar serta mengambil latar di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Film Kuyank yang disutradarai Johansyah Jumberan merupakan bagian dari Saranjana Universe dan menjadi prekuel dari film Saranjana: Kota Gaib. Film tersebut dirilis di bioskop pada 29 Januari 2026 dan dibintangi sejumlah aktor, di antaranya Rio Dewanto, Putri Intan Kasela dan Ochi Rosdiana.

Cerita film berfokus pada tokoh Rusmiati yang menggunakan ajian Kuyang akibat tekanan adat dan persoalan keturunan hingga kemudian memicu teror. Film tersebut juga melibatkan sejumlah talenta dan figur seni lokal, seperti Ipul Harry dan Guru Ibir, untuk memperkuat nuansa budaya daerah.

Kuyank sebelumnya mencatat pencapaian di box office dengan menembus lebih dari satu juta penonton. Keberhasilan tersebut turut memperluas perhatian masyarakat terhadap cerita rakyat dan folklor mistis yang berkembang di Kalimantan.

Yusuf berharap kegiatan hiburan masyarakat seperti nobar dapat terus dilakukan dalam momentum-momentum tertentu, khususnya kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Bi’ih. Apalagi dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Banjar dan HUT RI, semangat kebersamaan itu yang paling penting,” pungkasnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews