Damkarnews.com, BANJAR – Bagi sebagian orang, mengangkut material pembangunan mungkin cukup dilakukan menggunakan kendaraan darat. Namun, hal itu berbeda bagi warga Desa Pa’au, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.
Demi mendukung peningkatan infrastruktur jalan di desa mereka, warga harus menempuh jalur air dengan menggunakan perahu motor atau kelotok untuk membawa material dari Dermaga Aranio menuju Desa Pa’au.
Semangat gotong royong itu terlihat pada Selasa (14/7/2026). Warga bersama-sama mengangkut material yang akan digunakan untuk peningkatan jalan di desa.
Perjalanan dari dermaga menuju Desa Pa’au memakan waktu kurang lebih satu jam. Material yang telah dimuat ke dalam kelotok kemudian dibawa menyusuri perairan menuju desa.
Bagi warga, perjalanan tersebut bukan sekadar memindahkan material, tetapi menjadi bagian dari perjuangan bersama untuk menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pambakal Desa Pa’au, Najmiannor, mengatakan keterlibatan warga dalam proses pengangkutan material merupakan bentuk kepedulian dan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, kondisi geografis Desa Pa’au yang berada di kawasan perairan membuat transportasi air menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat, termasuk ketika membawa material pembangunan.
“Warga bergotong royong mengangkut material dari dermaga menuju Desa Pa’au. Perjalanannya kurang lebih satu jam menggunakan perahu atau kelotok,” ujar Najmiannor.

Ia menambahkan, kebersamaan warga menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung pembangunan infrastruktur di desa.
Dengan tenaga dan waktu yang mereka sumbangkan, warga berharap peningkatan jalan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi aktivitas sehari-hari, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat.
Pemandangan warga yang bahu-membahu mengangkut material juga menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya tentang pekerjaan fisik, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan gotong royong.
Di tengah keterbatasan akses, warga Desa Pa’au memilih untuk tidak hanya menunggu. Mereka ikut bergerak, membawa material melewati jalur air, demi satu harapan sederhana: jalan desa yang semakin baik dan kehidupan masyarakat yang semakin mudah.
Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi modal penting dalam pembangunan desa. Sebab, ketika masyarakat bergerak bersama, jarak dan keterbatasan akses bukan lagi menjadi penghalang untuk menghadirkan perubahan.




