Karhutla Dekati Permukiman, Relawan Damkar Bergerak Cepat Saat Warga Berteriak Minta Tolong

Bagikan

Damkarnews.com, BANJARBARU – Di tengah diaktifkannya Posko Penanggulangan Kedaruratan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, sosok yang paling sering berada di garis depan justru para relawan pemadam kebakaran.

Dalam beberapa hari terakhir, relawan dari berbagai organisasi pemadam kebakaran tanpa mengenal waktu terus berjibaku memadamkan kobaran api yang mengancam lahan hingga mendekati kawasan permukiman warga. Siang maupun malam, mereka menjadi pihak pertama yang merespons setiap laporan masyarakat terkait kebakaran.

Aktivitas para relawan semakin padat seiring meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Berbekal peralatan yang dimiliki dan semangat kemanusiaan, mereka bahu-membahu bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait untuk mencegah api meluas ke rumah-rumah warga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyatakan pihaknya telah mengaktifkan posko penanggulangan karhutla di seluruh 13 kabupaten/kota setelah rapat koordinasi bersama seluruh unsur terkait.

“Mulai hari ini seluruh posko penanggulangan karhutla aktif. Seluruh personel, peralatan, dan sumber daya disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

BPBD membagi wilayah penanganan menjadi tiga kawasan prioritas. Ring 1 berada di sekitar Bandara Syamsudin Noor yang meliputi Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Kawasan ini menjadi perhatian utama agar asap kebakaran tidak mengganggu aktivitas penerbangan.

Selain mengaktifkan posko di seluruh daerah, BPBD juga mengoperasikan tujuh posko tambahan di kawasan Ring 1.
Berdasarkan data hingga 14 Juli 2026, tercatat sebanyak 2.481 hotspot (titik panas) di Kalimantan Selatan. Meski demikian, tidak seluruh titik panas merupakan kejadian kebakaran. Hingga kini tercatat 81 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 221,39 hektare, sementara beberapa kejadian lainnya masih dalam proses pendataan.

Wilayah yang dinilai paling rawan berada di kawasan selatan, seperti Cempaka, Kiram, Batibati, Angkinang, Pengayuan hingga Kurau. Di beberapa lokasi, kobaran api bahkan telah mendekati permukiman sehingga memicu warga meminta bantuan kepada relawan pemadam kebakaran.

Kondisi inilah yang membuat para relawan menjadi ujung tombak di lapangan. Tidak sedikit di antara mereka yang harus menembus medan sulit, kepulan asap pekat, hingga bekerja berjam-jam demi memastikan api tidak merambat ke rumah penduduk.

Untuk memperkuat penanganan, BPBD Kalimantan Selatan telah mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengerahan helikopter water bombing, dan patroli udara.

Di balik berbagai upaya tersebut, dedikasi para relawan pemadam kebakaran menjadi bukti bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian para relawan yang tanpa pamrih selalu menjadi garda terdepan ketika keselamatan masyarakat terancam.

Author: Damkarnews
Damkarnews