MTQ Kalsel ke-37 Resmi Ditutup, Banjarmasin Bawa Pulang Trofi Juara Umum

Bagikan

Damkarnews.com, MARABAHAN – Peta persaingan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berubah. Setelah tiga kali berturut-turut berada di puncak, Kabupaten Banjar akhirnya harus merelakan gelar juara umum berpindah tangan kepada Kota Banjarmasin pada MTQ ke-XXXVII yang resmi ditutup di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (25/6/2026) malam.

Penutupan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri para kepala daerah, dewan hakim, kafilah dari 13 kabupaten/kota, serta ribuan masyarakat yang memadati arena utama. Pemerintah Kabupaten Banjar turut hadir melalui Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi.

Pada ajang yang berlangsung selama enam hari tersebut, Kota Banjarmasin tampil impresif di berbagai cabang perlombaan dan berhasil mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 553 poin. Raihan itu mengantarkan Kota Seribu Sungai keluar sebagai juara umum sekaligus mengakhiri dominasi Kabupaten Banjar yang sebelumnya sukses mempertahankan gelar dalam tiga penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi secara beruntun.

Sementara itu, Kabupaten Banjar menempati posisi kedua dengan perolehan 541 poin. Meski gagal mempertahankan mahkota juara untuk keempat kalinya, kafilah Kabupaten Banjar tetap menunjukkan performa yang solid dan menjadi salah satu kontingen dengan capaian terbaik sepanjang pelaksanaan MTQ.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan HM Syarifuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, dan tuan rumah yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ bukan semata milik para juara atau Kabupaten Barito Kuala sebagai penyelenggara, melainkan keberhasilan bersama masyarakat Kalimantan Selatan dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran.

“Semoga prestasi yang diraih pada tingkat provinsi ini dapat menjadi bekal untuk membawa nama Kalimantan Selatan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Quran, tetapi juga sarana syiar Islam yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci.

“Semoga prestasi yang diraih siapa pun dan dari kafilah mana pun dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa Al-Quran menjadi bacaan yang selalu dirindukan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Malam penutupan MTQ ke-37 ditandai dengan penyerahan trofi juara umum kepada kafilah Kota Banjarmasin. Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan seni Islami yang menghibur para tamu dan masyarakat yang hadir.

Author: Damkarnews
Damkarnews