Era Digital Ubah Dunia Penyiaran, Radio Suara Banjar Sampaikan Tantangan SDM ke Kemenaker

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Di tengah pesatnya transformasi digital, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di industri penyiaran terus mengalami perubahan. Menyadari hal tersebut, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Banjar mengambil bagian dalam upaya pemerintah memetakan profesi dan kompetensi yang paling dibutuhkan di masa depan.

LPPL Radio Suara Banjar mengikuti kegiatan In-Depth Interview (IDI) dalam rangka penyusunan Critical Occupation List (COL) Tahun 2026 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Aula Cakrawala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Labor Market Information and Skills System Transformation for Labor Market Flexibility (LISTRAF), sebuah program transformasi sistem informasi pasar kerja yang didukung Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia. Program tersebut bertujuan menghasilkan data dan analisis yang lebih akurat terkait kebutuhan tenaga kerja, keterampilan, hingga tantangan rekrutmen di berbagai sektor industri.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik DKISP Kabupaten Banjar Syawli Syahri selaku Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur LPPL Radio Suara Banjar. Ia didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Media dan Informasi Publik Faishal Rizal, Kepala Studio LPPL Radio Suara Banjar Akhmad Effendi, serta Marketing Director Emroni.

Melalui sesi wawancara mendalam, tim LPPL Radio Suara Banjar memaparkan kondisi terkini dunia penyiaran daerah, mulai dari kebutuhan tenaga kerja, perkembangan teknologi media, hingga tantangan mencari SDM yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan industri saat ini.

Syawli Syahri menilai, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi lembaga penyiaran daerah untuk menyuarakan kondisi riil yang dihadapi di lapangan.

“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut insan penyiaran untuk terus meningkatkan kompetensi, tidak hanya di bidang penyiaran konvensional, tetapi juga pengelolaan media digital, produksi konten multimedia, hingga pemasaran digital. Melalui kegiatan ini, kami berharap kebutuhan kompetensi di sektor penyiaran dapat terpetakan dengan lebih baik sebagai bahan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, industri penyiaran kini tidak lagi hanya membutuhkan penyiar dan reporter, tetapi juga tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan platform digital dan pola konsumsi informasi masyarakat yang terus berubah.

Sementara itu, Tim Peneliti Kementerian Ketenagakerjaan RI, M Mukhlis menjelaskan bahwa Critical Occupation List (COL) merupakan daftar jabatan yang mengalami kesulitan pemenuhan tenaga kerja namun memiliki peran strategis bagi perekonomian Indonesia.

“Penyusunan COL dilakukan melalui pendekatan top-down dan bottom-up, termasuk pengumpulan informasi dari perusahaan dan pemangku kepentingan melalui Call for Evidence (CfE) dan In-Depth Interview (IDI),” jelasnya.

LPPL Radio Suara Banjar menjadi salah satu dari 13 perusahaan dan lembaga yang terpilih di Kabupaten Banjar untuk berpartisipasi dalam penyusunan daftar jabatan kritis tersebut.

Masukan dari berbagai perusahaan dan lembaga peserta diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan tenaga kerja, tantangan rekrutmen, serta keterampilan yang dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk industri media dan penyiaran.

Nantinya, hasil penyusunan Critical Occupation List akan menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan, pengembangan pelatihan vokasi, layanan penempatan tenaga kerja, hingga penyediaan informasi pasar kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri.

Author: Damkarnews
Damkarnews