Urat Nadi Tiga Desa di Kabupaten Banjar Dibedah Total, Pemkab Gelontorkan Rp5,2 Miliar untuk Jalan Strategis

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Mobilitas warga di tiga desa segera mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten Banjar mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5,2 miliar untuk merekonstruksi jalan penghubung Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura, Desa Lok Tangga, dan Desa Sungai Besar, Kecamatan Karang Intan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Pembangunan jalan tersebut dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Jalan ini digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, berobat hingga mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Karena itu peningkatan kualitas infrastrukturnya menjadi perhatian kami agar akses masyarakat semakin baik, aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurut Jimmy, kondisi jalan yang lebih baik nantinya diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari desa menuju pusat-pusat perdagangan, sehingga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Pekerjaan rekonstruksi dilakukan dengan mengacu pada standar teknis yang telah ditetapkan guna memastikan kualitas jalan dapat bertahan dalam jangka panjang. Seluruh tahapan pekerjaan juga dilaksanakan sesuai metode konstruksi yang telah direncanakan agar pelaksanaan proyek berjalan efektif dan optimal.

Proyek rekonstruksi jalan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp5.218.354.739. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Intan Sari dengan pengawasan dari CV Qonita Engineering dan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kalender.

Pemkab Banjar berharap pembangunan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan.

Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek. Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif apabila memungkinkan guna menghindari kepadatan lalu lintas dan mendukung kelancaran pekerjaan.

Author: Damkarnews
Damkarnews