Damkarnews.com, BANJAR – Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Selasa (26/5/2026). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rusiana tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perubahan APBD Tahun 2026 hingga dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap pelaksanaan program pendidikan di daerah.
RDP itu merupakan tindak lanjut arahan Bagian Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Kabupaten Banjar terkait agenda kerja bulan Mei 2026. Dalam forum tersebut, Komisi IV meminta Dinas Pendidikan menyiapkan berbagai data sebagai bahan evaluasi dan pembahasan bersama.
Adapun data yang diminta meliputi program dan kegiatan yang telah berkontrak, jumlah kegiatan beserta nilai anggaran, realisasi fisik dan keuangan, hingga dampak kenaikan BBM terhadap program di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rusiana, mengatakan data tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan program pendidikan sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan perubahan APBD Tahun 2026.
“Rapat ini juga diharapkan menghasilkan langkah strategis agar program pendidikan tetap berjalan efektif meski terjadi peningkatan biaya operasional akibat kenaikan BBM,” ujarnya.
Selain membahas anggaran dan program pendidikan, Anna Rusiana juga menyoroti minimnya fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Banjar. Ia meminta Dinas Pendidikan memberi perhatian serius terhadap kebutuhan tambahan toilet di sekolah, khususnya saat momentum kegiatan keagamaan seperti peringatan Satu Rajab atau Haul Abah Guru Sekumpul.
Menurutnya, masih terdapat sekolah yang hanya memiliki satu toilet meski jumlah murid cukup banyak. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta kesehatan siswa.
“Jangan sampai satu sekolah hanya memiliki satu toilet dengan jumlah murid yang banyak. Ini sangat perlu diperhatikan demi kenyamanan dan kesehatan siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H. Ahmad Fauzan atau yang akrab disapa H. Fauzan Asniah, menyampaikan bahwa secara umum proses pendidikan di Kabupaten Banjar masih berjalan baik dan tidak terlalu terdampak oleh situasi kenaikan harga saat ini.
Menurutnya, Dinas Pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar serta berbagai program pendidikan tetap berlangsung normal dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pengeluaran dan belanja barang di lingkungan Dinas Pendidikan masih mengacu pada aturan yang berlaku serta tidak melampaui ketentuan dalam Peraturan Bupati (Perbup).
Meski demikian, Fauzan mengakui tetap ada sejumlah penyesuaian anggaran pada beberapa sektor tertentu sebagai langkah efisiensi. Namun, penyesuaian tersebut dipastikan tidak mengganggu proses utama pendidikan di Kabupaten Banjar.
Hasil pembahasan dalam RDP tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar agar tetap berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.


