Narkoba Disebut Sudah Masuk Pelosok Desa, Pemkab Banjar Minta RT hingga Poskamling Diaktifkan Lagi

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Ancaman peredaran narkoba di Kabupaten Banjar disebut tak lagi hanya menyasar kawasan perkotaan. Pemerintah Kabupaten Banjar mengungkapkan, jaringan narkotika kini mulai merambah hingga ke pelosok desa dengan berbagai modus yang semakin sulit terdeteksi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam kegiatan Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Jumat (22/5/2026) siang.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program P4GN sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2019.

Menurutnya, upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah, tetapi harus dimulai dari lingkungan terkecil di masyarakat.

“Lurah dan kepala desa menjadi garda terdepan karena mereka yang paling mengetahui kondisi wilayahnya, termasuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar maupun rumah kontrakan,” ujar Ikhwansyah.

Ia mengatakan, peredaran narkotika saat ini berkembang dengan pola yang semakin canggih. Selain memanfaatkan jaringan tertutup, transaksi juga disebut mulai menggunakan media sosial hingga jasa pengiriman cepat.

Kabupaten Banjar sendiri dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi lantaran menjadi salah satu jalur strategis perlintasan di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data pengungkapan kasus selama setahun terakhir, Polres Banjar berhasil menyita barang bukti sabu hingga puluhan kilogram.

“Kalau satu gram saja bisa merusak banyak orang, maka puluhan kilogram berarti ribuan generasi muda berhasil diselamatkan. Tapi yang tertangkap belum tentu semuanya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa dan kelurahan diminta mengambil langkah nyata untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Beberapa langkah yang didorong di antaranya mengaktifkan kembali RT dan poskamling, memperkuat peran karang taruna serta tokoh agama, meningkatkan koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, hingga rutin memberikan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.

Ikhwansyah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menjaga Kabupaten Banjar tetap aman dan bersih dari narkoba atau Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Fadli menegaskan perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian semata.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Banjar terus bersinergi melakukan upaya pencegahan narkoba dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat mampu menekan bahkan membersihkan peredaran narkoba di Kabupaten Banjar sehingga situasi keamanan tetap kondusif.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bakesbangpol Banjar H Tofik Norman Hidayat, jajaran DPMD Banjar, para camat, pambakal, serta narasumber dari BNN, kepolisian dan kejaksaan.

Author: Damkarnews
Damkarnews