Ali Syahbana Bongkar Strategi Digital UMKM, Kunci Utamanya Bangun Kepercayaan Konsumen

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Madya bagi pengusaha mikro di Wisma Sultan Sulaiman Martapura.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (19/5/2026) hingga Kamis (21/5/2026), dengan menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan penguatan kapasitas kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Banjar.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah M. Ali Syahbana yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Banjar sekaligus Direktur Eksekutif Ali Syahbana Institute. Ia mengisi materi pada hari kedua pelatihan, Rabu (20/5/2026).

Dalam pemaparannya, Ali Syahbana menekankan bahwa strategi pemasaran digital bagi UMKM saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang menjual produk, tetapi lebih kepada membangun kepercayaan (trust) sebagai fondasi utama hubungan dengan konsumen.

Menurutnya, dalam pemasaran modern, kepercayaan menjadi “mata uang” utama yang menentukan apakah calon pelanggan akan tertarik memperhatikan hingga akhirnya memutuskan membeli suatu produk.

“Setiap aktivitas pemasaran harus dirancang untuk menghadirkan rasa aman, relevansi, dan kedekatan emosional dengan konsumen,” ujarnya.

Ali menjelaskan, langkah awal dalam strategi pemasaran digital adalah menetapkan tujuan (goal) yang jelas dan terukur. Pelaku UMKM perlu memahami apakah target mereka untuk meningkatkan awareness, engagement, atau langsung mendorong konversi penjualan.

Dengan tujuan yang jelas, lanjutnya, setiap konten dan aktivitas digital akan menjadi lebih fokus dan memiliki arah strategis, bukan sekadar aktif di media sosial tanpa hasil nyata.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya konten yang mampu menarik perhatian pasar melalui pendekatan emosional. Dalam era digital, konten tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga stimulus yang dapat membangkitkan emosi konsumen.

Ali turut menjelaskan konsep neuromarketing, khususnya terkait peran amygdala dalam otak manusia yang sensitif terhadap rangsangan emosional seperti rasa senang, harapan, empati, hingga ketakutan tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO).

“Konten yang menyentuh emosi terbukti lebih efektif memengaruhi keputusan konsumen dibandingkan sekadar penawaran rasional,” jelasnya.

Karena itu, UMKM didorong untuk mengemas pesan pemasaran yang tidak hanya menjelaskan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang kuat bagi calon pembeli.

Ia juga menekankan pentingnya pemilihan kanal media sosial dalam strategi pemasaran digital. Setiap platform memiliki karakteristik audiens dan pola konsumsi konten yang berbeda.

Instagram dan TikTok dinilai lebih efektif dalam membangun visual storytelling dan emosi cepat, sementara WhatsApp lebih kuat dalam menciptakan kedekatan personal serta membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan.

Menurut Ali, keberhasilan pemasaran digital UMKM tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam memahami perilaku manusia.

Dengan mengintegrasikan strategi digital dan pendekatan neuromarketing, UMKM diyakini mampu menciptakan komunikasi yang lebih persuasif, relevan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing usaha.

Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan di era digital, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan dengan membangun hubungan yang kuat dan penuh kepercayaan bersama konsumennya.

Author: Damkarnews
Damkarnews