Bank Sampah Pasar Martapura Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Upaya menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomis terus dilakukan Perumda Pasar Bauntung Batuah melalui operasional Bank Sampah yang kini semakin aktif melibatkan pedagang, petugas kebersihan, hingga masyarakat sekitar pasar.

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Tidak lagi dianggap sekadar limbah, sampah anorganik seperti plastik, kardus, botol, dan bahan daur ulang lainnya kini memiliki nilai ekonomi melalui sistem tabungan sampah.

Kegiatan operasional bank sampah dilakukan secara rutin dan terjadwal. Prosesnya dimulai dari pengumpulan, pemilahan, penimbangan hingga pencatatan secara digital terhadap sampah yang disetorkan para nasabah.

Setelah dipilah berdasarkan jenisnya, sampah kemudian ditimbang dan nilainya dicatat ke dalam buku tabungan nasabah untuk dapat ditukarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Bank Sampah Perumda Pasar Bauntung Batuah, Muhammad Randy Rafsanjani, mengatakan program tersebut bukan hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, keberadaan bank sampah mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan lingkungan pasar sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

“Melalui operasional bank sampah ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan pasar, kegiatan ini juga memberi manfaat tambahan bagi nasabah melalui sistem tabungan sampah,” ujarnya.

Randy yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Kebersihan Perumda Pasar Bauntung Batuah menambahkan, jumlah nasabah yang terus meningkat menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, salah satu nasabah bank sampah, Musliadi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Ia menyebut lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat kini mulai terbiasa memilah sampah yang sebelumnya langsung dibuang.

“Kami merasa terbantu dengan adanya bank sampah ini. Sampah yang biasanya dibuang sekarang bisa ditabung. Lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan kami juga mendapatkan manfaat ekonomi,” ungkapnya.

Ke depan, operasional Bank Sampah Perumda Pasar Bauntung Batuah diharapkan terus berkembang melalui peningkatan partisipasi masyarakat serta dukungan berbagai pihak.

Program ini juga dinilai menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular di lingkungan pasar tradisional, sekaligus membantu mengurangi beban TPA dan menciptakan kawasan pasar yang bersih, indah, dan nyaman.

Author: Damkarnews
Damkarnews