Misteri Kematian Ustadzah Muda di Banjarbaru Mulai Terkuak, Terduga Pelaku Dikabarkan Ditangkap

Bagikan

Damkarnews.com, BANJARBARU – Misteri kematian tragis seorang ustadzah muda di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mulai menemui titik terang. Dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap HN (25), pengajar di Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura, dikabarkan telah diamankan jajaran Polres Banjarbaru, Jumat (1/5/2026).

Meski begitu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan dua terduga pelaku tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan, kedua pria itu berhasil diringkus setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan intensif pasca ditemukannya jasad korban di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Korban diketahui merupakan seorang mudarrisah atau guru pengajar di Ponpes Muraa’tul Lughah Kabupaten Banjar. Selain mengajar, HN juga bekerja sambilan di sebuah toko aksesoris.

Fakta baru pun terungkap. Korban ternyata sudah tidak lagi tinggal di alamat lamanya di Kompleks Bincau Indah II, Martapura. Ia disebut telah menetap di Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, bersebelahan dengan rumah neneknya.

Ironisnya, lokasi tempat tinggal korban hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi jasadnya ditemukan.

“Setahu saya almarhumah pindah ke Jalan Seledri sebelum ayahnya meninggal, waktu masih kelas dua aliyah. Sudah sekitar sepuluh tahunan,” ujar Shopia (26), rekan sesama pengajar di Ponpes Muraa’tul Lughah, Jumat (1/5/2026).

Menurut Shopia, korban dikenal sebagai sosok yang ramah, ceria, dan sangat disukai para santri.

“Beliau mengajar bahasa Arab, nahu dan sharaf. Orangnya baik dan tidak pernah cerita punya masalah,” tuturnya.

Shopia mengatakan dirinya dan korban merupakan angkatan pertama pengajar di pondok sekitar tahun 2015, sehingga cukup mengenal keseharian korban.

Ia menceritakan, sebelum kabar duka itu datang, korban sempat berkumpul dan berbelanja bersama rekan pengajar lainnya. Namun pada Selasa, korban tiba-tiba tidak masuk mengajar tanpa memberi kabar.

“Biasanya kalau izin pasti memberi tahu, karena harus ada pengganti mengajar. Saat tidak ada kabar, teman-teman mulai merasa heran,” jelasnya.

Karena korban tidak kunjung terlihat hingga Rabu sore, para pengajar mulai mencari keberadaannya. Tak lama kemudian, mereka menerima kabar bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia di area perkebunan dekat akses jalan menuju rumahnya.

“Kami berharap polisi bisa segera mengungkap semuanya dan pelaku dihukum setimpal. Semoga tidak ada korban lain,” harap Shopia.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga pada Rabu malam (29/4/2026) di lahan kosong yang dipenuhi semak-semak di kawasan Jalan Seledri. Sebelum jasad ditemukan, warga lebih dulu mendapati sepeda motor milik korban terparkir di sekitar lokasi kejadian.

Korban diketahui biasa pulang dari pekerjaannya di toko aksesoris sekitar pukul 19.00 Wita. Namun pada hari kejadian, pihak pondok pesantren dan tempat korban bekerja sama-sama melaporkan bahwa korban tidak masuk kerja dan tidak diketahui keberadaannya.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, sebelumnya mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan dokter menemukan adanya tanda-tanda kekerasan berat pada tubuh korban.

Saat ditemukan, wajah korban tertutup kain gamis warna cokelat miliknya sendiri. Kerudung korban juga dililit dan diikat kuat di bagian mulut dengan dua simpul mati.

“Di dalam mulut korban ditemukan sumpalan berupa kaos kaki warna merah maroon milik korban yang bercampur darah,” ujar Kardi.

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami luka parah, di antaranya patah pada tengkuk belakang kepala, rahang bawah, beberapa gigi patah, trauma tumpul di kepala, hingga luka-luka lain di bagian tubuh luar maupun dalam.

Meski demikian, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual terhadap korban.

“Korban diduga meninggal akibat trauma tumpul keras di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan hebat,” jelasnya.

Usai proses autopsi di RS Ulin Banjarmasin, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Author: Damkarnews
Damkarnews