Damkarnews.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) resmi menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Jumat (24/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur, ilmiah, dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Banjar, H. Yudi Andrea. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pelatih sebagai ujung tombak dalam mencetak atlet berprestasi.
“Ini merupakan pelatihan pertama bagi para pelatih fisik di Kabupaten Banjar. Harapannya, ilmu yang didapat dapat diterapkan secara maksimal kepada para atlet, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi di berbagai cabang olahraga,” ujar Yudi.
Ia juga menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut hingga ke level yang lebih tinggi.

“Kita akan evaluasi hasilnya. Jika memberikan dampak positif, tentu akan dilanjutkan ke level berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kabupaten Banjar, Ahmad Yaser Noor Hafidz, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026.
Sebanyak 40 pelatih dari berbagai cabang olahraga prioritas mengikuti kegiatan ini. Mereka dipilih berdasarkan potensi cabang olahraga yang dinilai mampu berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
“Peserta sekitar 40 orang, masing-masing mewakili cabang olahraga yang potensial. Tidak semua cabor terlibat, karena kami fokus pada yang memiliki peluang prestasi,” jelasnya.

Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan ketahanan fisik, yang menjadi dasar penting bagi seluruh cabang olahraga. Selain teori, peserta juga mendapatkan sesi praktik langsung di lapangan.
“Pelatihan ini mencakup materi dan praktik. Di akhir kegiatan akan ada evaluasi atau tes. Jika memenuhi indikator, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatih fisik berlisensi Level 1,” ungkapnya.
Ahmad berharap, ilmu yang diperoleh para pelatih dapat ditransfer kepada atlet di masing-masing cabang olahraga, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembinaan secara menyeluruh.
“Pembinaan olahraga harus berkelanjutan, terarah, dan terukur. Dengan pelatihan ini, kami ingin memastikan adanya peningkatan kualitas kepelatihan yang berdampak langsung pada prestasi daerah,” pungkasnya.*Asy


