Tak Lagi Sekadar Kumpul, Karang Taruna Banjar Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Bagikan

‎Damkarnews.com, BANJAR – Wajah Karang Taruna di Kabupaten Banjar didorong berubah total. Tak lagi sekadar identik dengan kegiatan seremonial atau olahraga, organisasi kepemudaan ini kini diarahkan menjadi motor promosi desa berbasis digital.

Hal itu mengemuka dalam bimbingan teknis (bimtek) Karang Taruna se-Kabupaten Banjar yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) di Hotel Roditha Banjarbaru, Selasa (21/4/2026) pagi.

‎Sebanyak 160 peserta ambil bagian, mulai dari perwakilan Ketua APDESI, Forum Komunikasi Karang Taruna Kecamatan, hingga pengurus dan anggota Karang Taruna desa.

‎Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai mitra resmi pemerintah desa. Namun, ia mengakui masih banyak yang salah kaprah memandang peran organisasi tersebut.

“Karang Taruna bukan sekadar tempat berkumpul. Ini organisasi sosial yang punya tanggung jawab besar dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, sesuai regulasi, Karang Taruna seharusnya mampu mengambil peran lebih luas, mulai dari pengembangan UMKM hingga promosi potensi wisata desa.

“Selama ini sering dianggap hanya kegiatan olahraga atau seremonial. Padahal, perannya jauh lebih besar, termasuk menggerakkan ekonomi desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari, mengungkapkan arah baru penguatan Karang Taruna kini berfokus pada penguasaan media informasi.

Menurutnya, desa saat ini dituntut semakin terbuka, sehingga pemuda harus mampu menjadi ujung tombak penyebaran informasi sekaligus promosi potensi lokal.

“Karang Taruna kita dorong tidak hanya aktif secara sosial, tapi juga melek digital. Mereka harus bisa mengelola informasi desa,” jelasnya.

Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan konten video dan pengelolaan media digital. Bekal ini diharapkan mampu mengangkat potensi desa ke publik yang lebih luas.

“Kalau mereka bisa bikin konten, potensi UMKM dan wisata desa bisa di-blow up. Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa,” katanya.

Hafizh menambahkan, secara kelembagaan Karang Taruna merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang ada di setiap desa dan diisi oleh para pemuda setempat

‎Namun, ia mengakui penguatan kapasitas masih belum merata. Dari total 277 desa di Kabupaten Banjar, baru 160 yang terlibat dalam bimtek kali ini.

“Masih ada sekitar 100 desa yang belum terakomodasi. Ini akan jadi perhatian kami ke depan,” ujarnya.

Terkait dukungan anggaran, kegiatan Karang Taruna dapat dibiayai melalui Dana Desa yang tertuang dalam APBDes, meski tanpa porsi khusus.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj Erny Wahdini, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar (PKMSD) DPMD, Farida Ariyati, beserta jajaran.*Asy

Author: Damkarnews
Damkarnews