Damkarnews.com, BANJAR – Usai resmi dilantik, jajaran pengurus Bumi Selamat Rescue (BUSER 690) Kabupaten Banjar langsung tancap gas menyiapkan program kerja prioritas ke depan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan pelayanan kebencanaan sekaligus penguatan aspek keselamatan anggota di lapangan.
Ketua BUSER 690, M. Hasan Hamdan, mengatakan pihaknya telah merancang sejumlah program strategis yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Hal ini disampaikannya usai pelantikan pengurus yang digelar di Mahligai Sultan Adam lantai II, Kamis (16/4/2026) pagi.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah melantik dan memfasilitasi kegiatan hari ini,” ujarnya kepada awak media.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekretaris Daerah Yudhi Andrea, Kapolres Banjar Fadli, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta Ketua APDESI Kabupaten Banjar.
Hasan mengungkapkan, program prioritas tahun ini meliputi pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi anggota, pengusulan bantuan pompa, serta rencana pengajuan dana hibah pada tahun 2027.
“Tahun ini kita fokus pengadaan baju APD. Kemudian kita juga mengusulkan pengadaan pompa, dan menyampaikan usulan dana hibah untuk 2027,” jelasnya.
Sebanyak 61 pengurus resmi dikukuhkan dalam pelantikan tersebut untuk menjalankan roda organisasi ke depan.

Hasan menegaskan, kepengurusan saat ini akan melanjutkan program sebelumnya dengan sistem kerja yang lebih terintegrasi, termasuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Saat ini kita juga sudah membuat MoU dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menjalankan program bersama. Nanti program ini akan kita sampaikan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, BUSER 690 juga memberikan perhatian serius terhadap keselamatan anggota di lapangan. Menyikapi masih seringnya terjadi kecelakaan saat bertugas, pihaknya memastikan perlindungan melalui BPJS Kesehatan telah tersedia, sementara BPJS Ketenagakerjaan masih dalam tahap evaluasi.
“BPJS Kesehatan alhamdulillah sudah tercover. Tinggal kita cek untuk BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Upaya pencegahan risiko juga dilakukan melalui sosialisasi kepada relawan pemadam kebakaran (BPK) di Kabupaten Banjar agar mengurangi kecepatan saat menuju lokasi kejadian. Selain itu, penerapan sistem zonasi tengah disiapkan guna meminimalisir potensi kecelakaan di lapangan.
“Sosialisasi sudah kita lakukan, termasuk kemungkinan penerapan sistem zonasi,” tambahnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 132 unit BPK/PMK telah terdaftar di bawah naungan BUSER 690. Terkait pengadaan APD, Hasan memastikan seluruh anggota yang terdaftar akan mendapatkan perlengkapan tersebut secara bertahap melalui anggaran daerah.
“APD direncanakan masuk dalam APBD murni tahun ini, dan akan diberikan kepada yang terdaftar di BUSER,” pungkasnya.
Dengan berbagai program yang disiapkan, BUSER 690 diharapkan semakin solid dan profesional dalam menjalankan misi kemanusiaan serta penanggulangan kebencanaan di Kabupaten Banjar.*Srf








