Damkarnews.com, BANJARMASIN – Suasana dini hari di Banjarmasin mendadak berubah mencekam saat kebakaran hebat melanda kawasan padat pertokoan di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (26/3/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.33 WITA itu membuat warga panik. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan sekaligus deretan ruko yang berada di lokasi tersebut.
Dalam waktu singkat, api sudah menjalar ke sejumlah bangunan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut terkejut, karna meliat api sudah besar dan berupaya memberitahukan nya kepada petugas pemadam kebakaran.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin bersama puluhan relawan pemadam kebakaran yang mengetahui informasi tersebut langsung bergerak cepat ke lokasi. Hanya berselang sekitar empat menit, tim sudah tiba dan mulai melakukan upaya pemadaman sejak pukul 02.37 WITA.
Kepala Disdamkarmat Banjarmasin, Hendro, menyebut kebakaran yang terjadi memiliki skala cukup besar.
“Di lapangan kami melihat ada lima ruko dua lantai yang terbakar. Untuk taksiran awal, kerugian kemungkinan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
Meski respons cepat dilakukan, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Saat petugas tiba, kondisi api sudah terlanjur membesar sehingga menyulitkan penanganan awal.
“Kami datang api sudah besar. Fokus awal kami mencari sumber air karena tangki terbatas, bahkan dua tangki sempat habis,” jelasnya.
Keterbatasan suplai air menjadi tantangan serius di tengah situasi darurat tersebut. Petugas pun harus bekerja ekstra keras hingga akhirnya mendapatkan bantuan tambahan pasokan air dari pihak swasta untuk mendukung proses pemadaman.
Selain itu, situasi di lapangan sempat diwarnai insiden yang mengganggu konsentrasi petugas, meski tidak dijelaskan secara rinci.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua setengah jam, api akhirnya berhasil dikendalikan menjelang subuh. Tahapan pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
“Kurang lebih dua jam setengah lebih. Saat asap sudah putih, itu berarti tinggal tahap pendinginan,” tambah Hendro.
Akibat kejadian tersebut, kerusakan paling parah terjadi pada bagian atas bangunan ruko yang menjadi pusat kobaran api. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.








