Damkarnews.com, BANJAR – Perkembangan kasus pencurian pintu harmonika atau rolling door di kawasan PPS Sekumpul, Martapura, mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang tersangka, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga berjumlah tiga orang. Dari jumlah tersebut, satu pelaku berinisial DN (35) berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Martapura yang dibackup oleh Resmob Polres Banjar, sehari sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kapolsek Martapura Iptu Aulya Safi’i menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari laporan yang sebelumnya masuk ke pihak kepolisian..
“Benar, satu pelaku sudah berhasil diamankan, sementara dua lainnya masih dalam proses pengejaran,” ungkap Kapolsek melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (23/3/2026).
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah pihak pengelola pasar, Perumda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, melaporkan hilangnya lima unit pintu harmonika di kawasan Pasar PPS Sekumpul, tepatnya di Blok C Keraton, Kecamatan Martapura, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah toko yang kehilangan pintu harmonika diduga lebih banyak dari laporan awal. Bahkan, kerugian diperkirakan tidak hanya terjadi pada lima unit, melainkan bisa mencapai belasan toko di kawasan tersebut.
Manager Area PPS Sekumpul, Humaidi, sebelumnya menerima informasi dari Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, terkait hilangnya fasilitas tersebut. Setelah dilakukan pengecekan langsung, diketahui sejumlah pintu harmonika sudah tidak lagi terpasang di deretan toko.
Beruntung, toko-toko tersebut masih dalam kondisi kosong dan belum ditempati pedagang, sehingga tidak ada barang dagangan yang hilang. Meski demikian, kejadian ini tetap menimbulkan kerugian bagi Pemerintah Kabupaten Banjar yang ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu dua pelaku lainnya sekaligus mendalami kemungkinan adanya tambahan lokasi kejadian dan jumlah kerugian yang lebih besar.








