Saat Warga Bersiap Berbuka Puasa, Si Jago Amuk Bangunan di Pasar Ujung Murung

Bagikan

BANJARMASIN – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Pasar Ujung Murung, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (13/3/2026) petang, tepat saat warga bersiap berbuka puasa.

Kobaran api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 18.50 Wita. Api dengan cepat membesar dan terlihat jelas dari Jembatan Sudimampir hingga Jalan Pangeran Antasari. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, membuat warga sekitar panik.

Tak lama berselang, puluhan unit pemadam kebakaran dan relawan berdatangan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Suara sirine dan mesin pompa air menggema di kawasan pasar. Sementara itu, aliran listrik di sekitar lokasi sempat dipadamkan guna menghindari risiko yang lebih besar.

Di tengah peristiwa tersebut, kisah pilu dialami Rahman (35). Pria ini harus kembali menerima cobaan setelah sebelumnya sang ibu, Suwarni (56), mengalami musibah tertimpa dinding beton bangunan yang ambruk di kawasan Pasar Ujung Murung pada Kamis (12/3/2026).

Akibat kejadian itu, Suwarni mengalami patah tujuh tulang rusuk dan harus menjalani operasi. Saat kebakaran terjadi, Rahman mengaku baru saja pulang dari RSUD Ulin setelah mendampingi ibunya yang akan menjalani tindakan operasi.

Usai dari rumah sakit, ia sempat pergi ke Sungai Lulut untuk berbuka puasa. Namun tiba-tiba ia mendapat kabar mengejutkan bahwa rumahnya terbakar.

“Saya kaget tiba-tiba ditelpon rumah kebakaran. Di rumah memang sedang tidak ada orang,” ujar Rahman.

Saat ia tiba di lokasi, api sudah membesar sehingga tidak ada barang maupun harta benda keluarga yang sempat diselamatkan.

Pantauan di lokasi, api dengan cepat melalap bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Tak berselang lama, barisan pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjibaku melakukan pemadaman.

Setelah api berhasil dipadamkan, terlihat sejumlah bangunan hangus terbakar, termasuk rumah yang ditempati Rahman bersama keluarganya. Selain itu, beberapa bangunan lain juga terdampak, salah satunya Losmen Sinar Amandit yang mengalami kerusakan cukup parah.

Ketua RT setempat, Nuruddin, mengatakan saat kejadian ia sempat mendengar dua kali suara ledakan dari arah lokasi kebakaran.

“Saya sempat dengar dua kali ledakan. Mungkin dari gas, tapi saya tidak begitu tahu pasti,” ujarnya.

Ia menyebutkan total ada tujuh bangunan yang terdampak kebakaran. Tiga bangunan dilaporkan ludes terbakar, sementara empat bangunan lainnya mengalami kerusakan, termasuk losmen yang berada di kawasan tersebut.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian material masih belum diketahui. Aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Author: Damkarnews
Damkarnews