Damkarnews.com, BANJAR – Aksi tak biasa dilakukan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, M Hasan Hamdan, di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura, Senin (2/2/2026) siang. Alih-alih menikmati taman kota, politisi PAN itu justru menanam bibit padi dan melempar kail pancing di area RTH yang baru direhabilitasi dengan anggaran fantastis Rp 8,09 miliar.
Aksi simbolik tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan sindiran keras terhadap kondisi RTH CBS yang dinilai jauh dari kata layak dan tidak sebanding dengan besarnya dana yang digelontorkan pemerintah daerah.
Dengan kondisi tanah yang becek, berlumpur, dan kerap tergenang air pascahujan, Hasan menilai kawasan tersebut lebih pantas dijadikan sawah ketimbang ruang publik representatif.

“Melihat kondisi taman CBS yang beredar di Instagram, TikTok, dan pemberitaan, tanahnya ini bagus. Kalau bingung cari lahan tanam padi, coba saja tanam di sini,” sindir Hasan.
Tak berhenti sampai di situ, Ketua PAN Kabupaten Banjar itu juga membawa alat pancing dan sempat melempar kail ke genangan air di area taman.
“Siapa tahu ada ikannya di sini. Lumayan,” ujarnya setengah bercanda, namun sarat kritik.

Aksi tersebut menjadi kritik visual atas pengelolaan proyek RTH CBS, sekaligus mempertanyakan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari proyek bernilai miliaran rupiah itu.
Hasan juga mengaku kecewa saat mencoba naik ke puncak Tugu CBS Martapura. Ia sempat mencari keberadaan lift, namun fasilitas tersebut ternyata tidak tersedia.
“Saya kira dengan anggaran Rp 8 miliar lebih ini ada lift seperti di Monas Jakarta. Jadi masyarakat bisa naik ke atas dan melihat kecantikan Kota Martapura dari ketinggian,” ungkapnya.
Menurutnya, anggaran besar semestinya berbanding lurus dengan kualitas dan fungsi fasilitas. Namun fakta di lapangan justru memunculkan banyak tanda tanya dan kekecewaan.
Aksi menanam padi di RTH CBS ini pun menjadi simbol tuntutan akan transparansi, akuntabilitas, serta hasil pembangunan yang benar-benar berpihak pada kepentingan publik, bukan sekadar proyek mahal tanpa manfaat maksimal.
Terlihat, dinding di beberapa bagian tampak kasar dan berantakan, serta tugu RTH CBS tersebut terlihat sangat kasar pengerjaannya.








