Damkarnews.com, BANJAR – Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Kabupaten Banjar menggelar Road Show Pelatihan Bisnis Kuliner bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Martapura ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas UMKM se-Kabupaten Banjar.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pengarusutamaan Gender (PUG) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Maya Asnina.
Maya mengapresiasi langkah Perwira Banjar yang dinilainya konsisten mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

“Perwira ini merupakan organisasi perempuan yang sangat aktif. Setiap kegiatannya selalu melibatkan Dinas P3AP2KB, khususnya bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ini tentu sangat kami dukung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan demo masak dan pelatihan bisnis kuliner tersebut merupakan yang pertama kali digelar, seiring usia Perwira Kabupaten Banjar yang baru terbentuk pada 2023 lalu. Meski masih tergolong muda, antusiasme peserta dinilai sangat tinggi.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan, minimal satu hingga dua kali dalam setahun. Ibu-ibu di Perwira ini sangat rajin dan punya semangat besar untuk terus berkembang,” tambahnya.
Menurut Maya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan di bidang kuliner, mendorong peningkatan pendapatan keluarga, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal di Kabupaten Banjar.
Sementara itu, Ketua DPC Perwira Kabupaten Banjar melalui Sekretaris Pelaksana kegiatan Academic Food Dara Workshop, Misriah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi DPC Perwira Kabupaten Banjar bersama Mi Burung Dara. Peserta didominasi oleh pelaku UMKM perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar.

“Perwira adalah organisasi UMKM perempuan yang kini mendekati usia dua tahun. Kegiatan hari ini berupa demo masak dan pelatihan bisnis kuliner yang diharapkan menjadi inovasi serta penyemangat baru bagi UMKM,” ujar Misriah didampingi Nelly selaku Wakil Bendahara.
Ia berharap, melalui pelatihan ini para peserta mendapatkan wawasan, ide, dan terobosan baru dalam menciptakan produk kuliner yang bernilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar pada tahun 2026.
Pelatihan ini turut menghadirkan Chef Agus Sasirangan yang memaparkan peluang bisnis kuliner berbahan dasar mi. Menurutnya, tren kuliner mi masih sangat menjanjikan dan terus berkembang hingga kini.
“Kuliner mi sedang naik daun dan banyak yang viral. Melalui program Akademi Burung Dara, kami ingin membantu UMKM kuliner. Hingga saat ini, workshop sudah digelar di hampir 70 titik di Kalimantan Selatan dengan antusiasme yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain edukasi seputar mi, peserta juga dibekali product knowledge serta inspirasi resep yang mudah diaplikasikan dan berpotensi menjadi ide usaha baru.
Hadir pula Chef Elisa, culinary ambassador Mi Burung Dara yang datang langsung dari Sidoarjo. Ia menilai mi sebagai salah satu komoditas kuliner dengan peluang usaha yang sangat besar.
“Mi bisa dibilang pilihan kedua setelah nasi. Peluangnya luar biasa, hanya saja banyak yang belum memahami teknik memasak mi yang benar, seperti tingkat kematangan al dente dan pengaplikasiannya ke berbagai menu,” jelasnya.
Chef Elisa menambahkan, Mi Burung Dara tidak hanya menyediakan produk mi, tetapi juga bihun dan beragam bumbu siap pakai yang dirancang untuk mendukung efisiensi dan pengembangan usaha UMKM kuliner.
Terkait tren ke depan, ia memprediksi olahan mi pedas dan mi bergaya ramen kekinian masih akan digemari, terutama oleh kalangan muda. Namun, inovasi berbasis cita rasa lokal juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
“Seperti Aglio Olio menggunakan Mi Urai dan Mi Goreng Soto Banjar yang tadi dipraktikkan. Ini contoh inovasi yang menggabungkan menu kafe dengan cita rasa lokal tanpa menghilangkan identitas daerah,” katanya
Untuk mendukung pemasaran produk UMKM, Chef Elisa memastikan akan ada pendampingan lanjutan dari tim pusat Mi Burung Dara agar pelaku usaha mampu memasarkan produknya secara lebih efektif dan berkelanjutan.*Asy




