Dmkarnees.com, BANJAR – Kondisi sebuah jembatan di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Selain badan jembatan yang terlihat mengalami penurunan, jalan penghubung di sisi jembatan juga tampak retak dan bergelombang, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan retakan cukup jelas pada permukaan jalan menuju jembatan. Di beberapa titik, lapisan aspal terlihat terbelah dan mengalami penurunan. Kerusakan tersebut diduga dipicu oleh pergeseran tanah serta beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Jembatan ini merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, bahkan menjadi penghubung antar kecamatan, yakni Kecamatan Pengaron, Sungai Pinang, dan Sambung Makmur. Jalur tersebut berperan penting dalam menunjang transportasi harian warga, distribusi hasil pertanian, hingga pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

Kerusakan yang terjadi dinilai berpotensi menghambat mobilitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua. Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
“Kami minta ada perhatian serius dari pemerintah, jangan menunggu sampai ada korban,” ujar salah satu warga saat melintas di lokasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pengaron, Haryanto, mengatakan pihak kecamatan telah melaporkan kondisi jembatan dan jalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.
“Kami sudah melaporkan perihal jalan tersebut ke Dinas PUPRP bersamaan dengan laporan gorong-gorong yang hampir putus pada 26 Desember 2025. Untuk gorong-gorong sudah selesai diganti dan diperbaiki,” ungkap Haryanto saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, untuk jalan yang mengalami penurunan kembali dilaporkan pada 4 Januari 2026 pagi dan langsung ditinjau oleh Dinas PUPRP Kabupaten Banjar pada siang harinya, dengan pendampingan dari Pemerintah Desa Pengaron.
“Upaya awal yang dilakukan adalah pemasangan rambu-rambu, police line, serta peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas,” jelasnya.
Menurut Haryanto, berdasarkan penyampaian Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, tim penanganan telah melakukan diskusi untuk mencari solusi tercepat, termasuk upaya mencari pabrikan yang mampu memproduksi precast dalam waktu singkat.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPRP sambil menunggu pelaksanaan perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pengaron dan Sungai Pinang serta memiliki volume lalu lintas yang cukup ramai,” pungkasnya.*Srf




