Di Tengah Pencarian Korban Tenggelam, Azan Magrib Sahabat Pecah Keheningan Sungai Martapura

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Upaya pencarian seorang remaja yang diduga tenggelam di Sungai Martapura, Desa Pakauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, berlangsung penuh haru. Di tengah kesibukan tim SAR gabungan menyisir aliran sungai, lantunan azan magrib terdengar menggema dari tepi sungai, dipanjatkan oleh sahabat korban sebagai doa agar temannya segera ditemukan, Rabu (14/1/2026).

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Polsek Martapura Timur, Babinsa, Basarnas Banjarmasin, DPKP, BPBD, PMI Kabupaten Banjar, serta sejumlah relawan emergency dari Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin hingga Tapin. Mereka melakukan pencarian secara intensif sejak laporan diterima.

Koordinator Lapangan Basarnas Banjarmasin, Randhi, mengatakan laporan orang hilang tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 22.00 Wita. Lokasi kejadian berada di Sungai Martapura, tepatnya sekitar 50 meter dari Jembatan Pakauman.

“Karakteristik sungai di lokasi kejadian arusnya cukup deras. Hari ini tim SAR gabungan melakukan penyisiran secara sistematis dan bergantian sejauh kurang lebih 500 meter,” jelas Randhi.

Ia menambahkan, pencarian terkendala kondisi air sungai yang keruh serta arus yang cukup kuat. Meski demikian, operasi pencarian akan terus dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas selama tujuh hari ke depan.

Korban diketahui bernama Muhammad Ilham Fikri (16), seorang santri Pondok Pesantren Muhibbin Pasayangan Martapura, yang berasal dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus sahabat korban, Muhammad Alfi Islami (16), kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu korban bersama Alfi dan sejumlah temannya mandi di Sungai Martapura dengan cara bercebur dari atas Jembatan Desa Pakauman atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan At-Taqwa.

“Korban sempat terlihat mengapung di permukaan air, namun setelah sekitar 50 meter dari titik awal, korban tidak terlihat lagi,” tutur Alfi.

Diketahui, korban baru pertama kali ikut mandi bercebur bersama teman-temannya di Sungai Martapura. Alfi bersama rekan-rekannya sempat melakukan pencarian mandiri di sepanjang bantaran sungai hingga ke asrama tempat korban tinggal. Namun karena korban tak kunjung ditemukan, peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Martapura Timur.

Momen paling menyentuh terjadi saat waktu magrib tiba. Di tepi Sungai Martapura, Alfi dengan suara bergetar melantunkan azan, memecah keheningan pencarian. Lantunan azan itu menjadi doa dan harapan agar sahabat yang dicintainya segera ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan proses pencarian terhadap korban.*Srf

Author: Damkarnews
Damkarnews