Penanganan Banjir Disorot, H. Ahmad Fauzan Minta Pemerintah Hadir Sepenuh Hati

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Penanganan banjir di Kabupaten Banjar kembali menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar yang digelar pada Sabtu (10/1/2026). Dalam forum tersebut, Sekretaris Komisi DPRD Banjar, H. Ahmad Fauzan, menyampaikan pandangan tegas namun humanis terkait kondisi tanggap darurat banjir.

Rapat tersebut dibuka oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banjar KH. Ali Murtadho, serta dihadiri Ketua Komisi I Amiruddin, Ketua Komisi IV Hj. Anna Rusiana, anggota DPRD dari kedua komisi, dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam penyampaiannya, H. Ahmad Fauzan menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilihat dari sudut pandang kemanusiaan, bukan semata-mata prosedural. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya juga merupakan salah satu korban banjir.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus benar-benar memahami situasi. Ini adalah kondisi tanggap darurat. Saya sendiri juga korban banjir, jadi saya merasakan langsung bagaimana dampaknya dan bagaimana seharusnya penanganan terhadap para korban,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa penanganan korban banjir bukanlah perkara mudah. Bahkan secara pribadi, dirinya turut membuka dapur sendiri untuk membantu masyarakat terdampak.

“Bagi saya ini momentum untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Dalam kondisi darurat seperti ini, kita tidak perlu terlalu kaku dengan birokrasi dan prosedur yang berbelit-belit,” tegasnya.

Menurut H. Ahmad Fauzan, dalam situasi darurat sangat mungkin terjadi hal-hal yang tidak sepenuhnya sesuai prosedur. Namun selama langkah yang diambil nyata dan benar-benar membantu masyarakat, hal tersebut patut dihargai.

“Jangan sampai niat baik dan kerja keras teman-teman di lapangan justru terhambat oleh aturan yang terlalu kaku,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan latar belakang sebagai mantan ASN, ia mengaku memahami betul sistem kerja para aparatur di lapangan.

“Mereka bekerja siang dan malam demi membantu masyarakat. Saya tahu betul bagaimana pola kerja teman-teman ASN dan relawan,” katanya.

Pengalaman pribadinya sebagai korban banjir pada tahun 2021, menurutnya, menjadi pelajaran berharga. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya sesama korban banjir, untuk saling menghargai dan saling memahami.

“Jika ada kekhilafan kecil di lapangan, mari kita maklumi bersama. Yang terpenting adalah semangat saling membantu. Mekanisme jangan terlalu kaku, karena ini situasi darurat. Kita harus mengedepankan rasa kemanusiaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyampaikan apresiasi atas dukungan H. Ahmad Fauzan yang dinilai sangat membantu dalam mempercepat koordinasi lintas sektor.

“Beliau mantan ASN dan sangat memahami birokrasi, sehingga koordinasi bisa berjalan lebih cepat dan efektif. Alhamdulillah beberapa proses bisa kita bypass dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” jelas Wasis.

Wasis juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Cintapuri menjadi salah satu wilayah yang paling lama surut saat banjir. Karena itu, dibutuhkan upaya maksimal, baik dalam penanganan banjir maupun pelayanan kepada masyarakat terdampak.

“Selama ini BPBD fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar korban banjir. Untuk penanganan jangka panjang tentu diperlukan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Banjar juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak, untuk turut berpartisipasi dalam penanganan banjir melalui bantuan logistik maupun dukungan lainnya.

Terkait distribusi logistik, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa 650 unit kasur, 630 matras, 150 paket kidware, 162 selimut, 150 family kit, 81 paket foodware, serta 286 paket peralatan dapur. Bantuan tersebut disalurkan ke Kecamatan Sungai Tabuk, Astambul, Martapura, Martapura Barat, dan Martapura Timur.

Selain itu, Dinas Sosial juga terus melakukan penyuluhan rutin ke desa-desa terkait pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan bencana. Tim Tagana pun menyatakan kesiapan melatih warga desa, khususnya dalam pengelolaan logistik seperti dapur umum.

“Alhamdulillah, seluruh pengungsi sudah mendapatkan kasur dengan skema satu orang satu kasur. Bantuan dari Kemensos berupa tenda, selimut, kasur, dan peralatan dapur juga sudah habis dibagikan sesuai kebutuhan,” pungkas Wasis.*Srf

Author: Damkarnews
Damkarnews