Damkarnews.com, BANJAR — Di tengah banjir yang masih melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian dan layanan hingga masa tanggap darurat berakhir pada 18 Januari 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudhi Andrea, didampingi Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyampaikan komitmen tersebut dalam keterangan pers, Sabtu (10/1/2026). Ia menegaskan, dapur umum dan penyaluran bantuan akan terus berjalan demi menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap terlayani sampai masa tanggap darurat selesai, seperti yang sudah kami lakukan pada penanganan sebelumnya,” ujar Yudhi.
Dukungan logistik datang dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Dinas Sosial Provinsi. Bantuan disalurkan melalui dua skema, yakni pembagian paket logistik langsung ke rumah warga serta penyediaan bahan logistik untuk dapur umum yang dikelola desa maupun pemerintah daerah.
Menurut Yudhi, peran aparat desa dan kecamatan menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran. “Mereka yang paling memahami kondisi warganya di lapangan, termasuk siapa yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan, Pemkab Banjar juga membuka berbagai saluran pengaduan bagi masyarakat terdampak banjir. Warga dapat menyampaikan keluhan melalui Call Center 112, Command Center, aplikasi LAPOR!, maupun langsung kepada petugas di lapangan.
“Setiap laporan pasti kami tindaklanjuti melalui BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, camat hingga desa. Kami ingin warga merasa didengar dan didampingi,” katanya.
Yudhi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi donasi dan bantuan dari masyarakat, selama dilakukan secara tertib dan terkoordinasi.
“Kepedulian masyarakat sangat kami apresiasi. Kami hanya ingin penyalurannya berjalan rapi agar tidak tumpang tindih dan tetap kondusif,” ujarnya.
Saat ini, keluhan terbanyak dari warga berkaitan dengan kesehatan akibat genangan air yang berlangsung lama. Pemerintah terus menyiagakan layanan kesehatan, termasuk pemenuhan obat-obatan. Di sisi lain, distribusi air bersih menjadi perhatian utama, dengan pengiriman rutin mobil tangki dan peminjaman tandon bagi warga yang membutuhkan.
Untuk wilayah terisolir, Pemkab Banjar tetap berupaya menyalurkan bantuan meski dihadapkan pada keterbatasan akses.
“Kami tetap dorong semampunya agar bantuan bisa sampai ke masyarakat,” tutur Yudhi.
Ia berharap ke depan penyaluran bantuan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat, dapat dilakukan secara lebih merata.
“Harapan kami sederhana, tidak ada warga yang merasa terlewatkan. Semua berhak mendapatkan perhatian dan bantuan di tengah musibah ini,” pungkasnya.*Srf





