Damkarnews.com, HULU SUNGAI UTARA,– Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin menerima laporan adanya seorang balita perempuan yang diduga hilang setelah terjatuh ke sungai di Desa Kaludan Besar RT 04, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.
Kepala Kansar Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan adanya laporan tersebut. Informasi awal diterima dari Kepala Desa Kaludan Besar, Nizam, pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 20.35 Wita.
“Benar, kami menerima laporan adanya satu orang balita perempuan yang diduga terjatuh ke sungai. Korban diketahui bernama Rahmah, berusia 1,5 tahun, warga Desa Kaludan Besar RT 04,” ujar I Putu Sudayana saat dikonfirmasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim SAR, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, kedua orang tua korban sedang beristirahat di dalam kamar, sementara korban berada di luar kamar seorang diri. Kondisi pintu belakang rumah diketahui dalam keadaan terbuka dan langsung terhubung dengan aliran sungai.
“Ketika ibu korban keluar dari kamar, korban sudah tidak berada di dalam rumah. Diduga kuat korban terjatuh ke sungai melalui pintu belakang rumah,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Banjarmasin pada pukul 20.55 Wita langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tabalong yang berjumlah lima personel menuju lokasi kejadian. Tim diberangkatkan menggunakan satu unit rescue car dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer dan estimasi waktu perjalanan kurang lebih satu jam sepuluh menit.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya Pos SAR Tabalong, Polsek HSU, Polairud, Babinsa, Koramil, BPBD, Dinas Sosial, KGE HSU, APS HSU, serta masyarakat setempat.
Peralatan yang dikerahkan dalam operasi ini meliputi Rescue Car Hilux, rubber boat beserta motor tempel, alat komunikasi, peralatan water rescue, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Hingga saat ini korban masih dalam proses pencarian. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan mendung. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran sungai,” tambah I Putu Sudayana.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak.
“Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk kelancaran operasi SAR ini. Apabila menemukan tanda-tanda atau informasi terkait keberadaan korban, agar segera dilaporkan kepada petugas di lapangan,” pungkasnya.





